logo rilis
Intervensi Komunitas Sebagai Strategi Dalam Mensejahterakan Masyarakat
Kontributor

20 Februari 2018, 22:37 WIB
Intervensi Komunitas Sebagai Strategi Dalam Mensejahterakan Masyarakat

Oleh Qomaruddin, SE, M. Kesos I Alumni Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UI

Minimnya pembangunan yang berbasis komunitas atau kelompok masyarakat menjadi problem  tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi mikro. Obyek kebijakan publik kebanyakan cenderung menyasar pada hal-hal yang bersekala makro sehingga berakibat pada setagnasi laju pertumbuhan ekonomi mikro. Selain keadaan yang satag, ekonomi mikro juga mengalami defisit dalam hal pendapatan. Semestinya kita berpandangan bahwa Ekonomi mikro harus ditempatkan sebagai soko guru dalam pembangunan Nasional karena ruh dari pertumbuhan ekonomi nasional adalah berakar pada pertumbuhan ekonomi mikro yang berbasis pada ekonomi masyarakat dan kelompok yang ada di level grass roots.

Senada dengan hal itu tokoh ekonom klasik David Ricardo berpendapat bahwa setiap ekonomi mikro dan pelaku ekonomi telah mempunyai informasi dan seluk beluk tentang pasar, hal Ini merupakan sebuah wujud bahwa ekonomi mikro merupakan faktor penentu dari pasar ekonomi Nasional dan global. maka menjadi mudah untuk mengukur pertumbuhan ekonomi Nasional, jika ekonomi mikro mengalami pelemahan maka bisa di katakan ekonomi Nasional juga mengalami penurunan. Untuk menguatkan ekonomi mikro di level grassroots ada salah satu pendekatan yang bisa diambil oleh pemerintah untuk dijadikan policy/kebijakan yaitu pendekatan intervensi sosial atau intervensi terhadap komunitas. Hal ini sangat  dibutuhkan dalam memberikan triger pada komunitas agar berdaya dalam mengembangkan ekonomi dan pendidikanya.

Masalah yang sering terjadi pada negara yang pembangunan ekonominya relatif kurang baik seperti Indonesia adalah banyaknya kesenjangan. Pembangunan yang bersifat top down identik dengan pembangunan yang berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, model pembangunan seperti ini tidak memperhatikan pada pembangunan sosial, mestinya untuk melengkapi pembanguan fisik dan ekonomi meniscayakan adanya pembangunan sosial, pembangunan sosial adalah pembangunan yang terencana untuk meningkatkan taraf hidup manusia dan pembangunan sosial adalah pembangunan yang berfokus pada pendekatan pembangunan yang dipusatkan untuk manusia. Terkait dengan itu semua dibutuhlan metode untuk mencapai hal tersebut. Dalam ilmu kesejahteraan sosial dikenal dengan intervensi sosial. Di level komunitas disebut dengan intervensi komunitas.

Pengembangan Masyarakat merupakan suatu model intervensi yang sangat   memperhatikan aspek manusia serta pemberdayaan masyarakat dimana didalamnya kental terasa adanya unsur pendidikan dalam upaya mengubah suatu komunitas. Partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci terciptanya kesejahteraan sosial .

Ruang Lingkup Intervensi Komunitas

Intervensi sosial adalah upaya perubahan terencana terhadap individu, kelompok, maupun komunitas. Dikatakan ‘perubahan terencana’ agar upaya bantuan yang diberikan dapat dievaluasi dan diukur keberhasilannya. Intervensi Sosial bisa terjadi dalam level komunitas, didalam Ilmu Kesejahteraan Sosial, ada berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan intervensi pada level komunitas, diantaranya:

  • Community Work
  • Community Organization
  • Community Organization and Community Development
  • Community Practice
Berdasarkan hal tersebut, maka di dalam buku “Intervensi Komunitas dan Masyarakat” istilah yang digunakan adalah Intervensi Komunitas untuk menggambarkan berbagai macam intervensi, seperti: intervensi pengembangan masyarakat local, perencanaan sosial, aksi sosial, kebijakan sosial seperti yang diungkapkan oleh Rothman; pengembangan masyarakat, aksi komunitas, dan pelayanan masyarakat seperti yang dikemukakan Glen.

Ruang lingkup dalam intervensi komunitas, the Gulbenkian Foundation mengidentifikasikan tiga tingkatan Community work yang menggambarkan cakupan komunitas yang berbeda dimana intervensi komunitas dapat diterapkan:

  •  ataupun Neighboorhood Work
  • Local Agency dan Inter-agency work
  • Regional and National Community Planning Work
Disamping pengertian tentang komunitas yang mengacu pada Gulbenkian Report, pengertian komunitas juga dapat mengacu pada pengertian komunitas dalam arti local, yang dimana oleh Kenneth Wilkinson dalam Green dan Haines, mereka melihat komunitas sekurang-kurangnya mempunyai tiga unsure dasar, yaitu :

  1. Adanya batasan wilayah atau tempat
  2. Merupakan suatu “organisasi sosial atau institusi sosial yang menyediakan kesempatan untuk para warganya agar dapat melakukan interaksi antar warga secara regular
  3. Interaksi sosial yang dilakukan terjadi karena adanya minat ataupun kepentingan yang sama
Melakukan intervensi komunitas adalah kegiatan yang berupaya untuk mengangkat kondisi komunitas dari ketidak berdayaan/powerless menjadi power full. Mengurangi vulnerability kerentanan menjadi berdaya. Intervensi komunitas memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dikatakan baik jika ekonomi makro mengalami peningkatan, namun pertumbuhan ekonomi  yang sejalan  dengan kenaikan pendapatan per kapita serta terberdayanya masyarakat dibidang ekonomi, sosial dan pendidikan. Lebih dari itu adalah terberdaya secara menyeluruh.  Intervensi komunitas mensyaratkan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam menentukan arah kebijakan   komunitas dan polah pemberdayaan yang sesuai dengan potensi yang ada lingkungan komunitas.

Prinsip intervensi komunitas adalah menempatkan manusia bukan sekadar sebagai obyek, tapi juga menjadi aktor yang dapat menentukan tujuan, mengendalikan sumber daya, serta menggerakkan proses-proses yang mempengaruhi kehidupan. Hal seperti itulah yang dapat mendorong terwujudnya economic self sufficiency (kemandirian ekonomi). Kemandirian ekonomi inilah sebagai soko guru dari pertumbuhan ekonomi nasional sehingga ekonomi masyarakat tidak selalu dalam ketergantungan dengan perubahan ekonomi Nasional maupun ekonomi global. Mewujudkan kemandirian ekonomi adalah bentuk kongkrit dari isi trisakti yang menjadi vise besar the founding father kita Bapak Soekarno. Mestinya program pemberdayaan dengan metode intervensi komunitas ini yang harus di prioritaskan sebagai program unggulan dalam mendikarikan ekonomi bangsa. Membangun Ekonomi yang mandiri akan bisa membentuk  bangsa yang unggul dan kuat. Bangsa superior diantara bangsa bangsa lain.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID