logo rilis
'Internasional Rice Congress', Indonesia Tampilkan Kemajuan Bioteknologi Padi
Kontributor

22 Oktober 2018, 07:40 WIB
'Internasional Rice Congress', Indonesia Tampilkan Kemajuan Bioteknologi Padi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti padi dari Indonesia baik dari lembaga penelitian maupun perguruan tinggi tampil bersama para peneliti padi negara lain, dalam kegiatan internasional, “The 5th International Rice Congress 2018 (The 5th IRC)” di Marina Bay, Singapura, 15 hingga 17 Oktober.

Dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, tampil BB Padi, BB Biogen, dan BPTP.

Peneliti BB Biogen menyampaikan beberapa hasil dan perkembangan riset sumber daya genetik (SDG) dan bioteknologi karakterisasi molekular, bioteknologi in vitro, hingga perakitan varietas dengan genome editing yang disampaikan dalam persentasi oral dan poster. 

Acara kongres padi internasional merupakan kegiatan empat tahunan yang diselenggarakan sebagai wahana pertemuan terbesar dari penggagas, peneliti dan para pakar, pembuat kebijakan dan penyedia teknologi terkait pertanian khususnya padi.

Dalam acara ini para stakeholder dan pelaku usaha industri padi bertemu untuk saling berbagi dan memperbaharui wawasan terhadap hasil-hasil inovasi terkini, perkembangan teknologi, serta kebijakan yang menentukan arah masa depan industri pangan pokok ini dan menjadi penting Indonesia, khususnya para penelitinya berperan aktif dalam kegiatan internasional seperti ini. 

The 5th IRC ini mencakup dua kegiatan utama, konferensi dan simposium. Untuk konferensi penelitian padi internasional (International Rice Research Conference) yang mencakup tema-tema sistem dan pengembangan fisiologi dan genetika, sistem pertanian berkelanjutan, perubahan iklim dan keberlangsungan lingkungan, kesehatan dan nutrisi, kesetaraan gender, dan sistem pangan masa depan.

Sedangkan, The 8th Rice Genetics Symposium mencakup tema-tema terkait genetika baik pada level genom, biologi, genetika dan keterkaitannya dengan hasil panen, genetika dan interaksinya dengan faktor biotik dan abiotik, genetika untuk padi hibrida, genome dan gene editing dan teknologi-teknologi dalam mendukung genotyping, fenotyping, dan omic lainnya.

Beberapa peneliti dari BB-Biogen Balitbangtan berpartisipasi aktif dalam acara ini dan mempresentasikan hasil dan program penelitian bioteknologi dan sumber daya genetik padi.

Kepala BB Biogen, Mastur, menyampaikan paparannya kemajuan dan program penelitian bioteknologi padi.

Paparan ini mendapat apresiasi dari peserta dari Myanmar yang menyampaikan ketertarikannya untuk menginisiasi kolaborasi, khususnya dalam bidang bioteknologi.

Topik lain yang disampaikan adalah hasil penelitian mengenai perbandingan keragaman genetik varietas padi lokal dari lingkup Asean, yaitu Laos, Pilipina, Malaysia dan Indonesia disampaikan oleh Puji Lestari. Kegiatan ini merupakan bagian kegiatan BSF- ITPGRFA/FAO multi country di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia, yaitu Rossa Yunita, yang menyampaikan hasil perakitan padi toleran lahan salin melalui bioteknologi in vitro yang dibantu mutasi. Pemaparan lainnya, Nurul H, memaparkan hasil kegiatan dokumentasi sumber daya genetik padi Indonesia.

Selama penyelenggaraan konferensi, juga dilakukan pertemuan, koordinasi dan konsultasi kegiatan kerjasama BSF- FAO terkait kegiatan pengembangan bersama dan transfer teknologi padi dan aplikasi pengidentifikasi digital untuk SDG padi.

Transfer teknologi juga melibatkan negara mitra seperti Malaysia, Pilipina dan Laos, di mana Indonesia dipercaya sebagai pengelola dan pemimpin kegiatan.

Pertemuan koordinasi  ini dipimpin oleh Kepala BB Biogen sebagai intitusi pengelola dan dihadiri oleh deputi dan kepala institusi dari masing-masing negara mitra.

Kegiatan koordinasi BSF FAO terkait aplikasi pengidentifikasi digital pada padi dihadiri oleh pihak sekretariat ITPGRFA, IRRI dan BB-Biogen sebagai pelaksana projek. 

Secara keseluruhan keikutsertaan dalam kegiatan ini sangat penting untuk menyampaikan perkembangan teknologi pengelolaan SDG dan bioteknologi Indonesia, sekaligus memperluas wawasan peneliti, berbagi pengalaman dan inisiasi dan meningkatkan kerja sama.

Partisipasi peneliti untuk ikut berperan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia internasional sangat penting sejalan dengan peningkatan posisi Indonesia di tingkat dunia.

 

Sumber: Nurul Hidayatun/Mastur




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID