logo rilis
Insiden Perahu Tenggelam, 17 TKI Masih Hilang
Kontributor
Sukardjito
04 Juli 2018, 11:59 WIB
Insiden Perahu Tenggelam, 17 TKI Masih Hilang
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Kuching— Sebanyak 17 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih hilang pada peristiwa perahu tenggelam di Tanjung Punggai Pengerang Johor Bahru, Malaysia, Minggu malam (1/7).

Konjen KJRI Johor Bahru, Haris Nugroho di Johor, Rabu (4/5/2018), mengatakan pihaknya didampingi Tim Satgas Perlindungan WNI telah melakukan kunjungan ke Posko SAR-MSRC Tanjung Pengelih, Johor pada 3 Juli 2018 pukul 15.00.

"Tim KJRI diterima oleh APMM dan IPD (Kepolisian) Kota Tinggi. Tim memperoleh briefing dari otoritas setempat mengenai kronologi kejadian. Disampaikan juga bahwa arus laut sangat kuat dalam beberapa hari terakhir," katanya.

Tim SAR telah menemukan satu lagi korban meninggal dunia (laki-laki) yang belum diketahui identitasnya. Sebelumnya ditemukan satu korban perempuan atas nama Siti Aisyah.

Menurut SOP yang berlaku, Posko SAR akan dibuka selama empat hari sejak pertama menerima laporan/pengaduan. Namun demikian, operasional posko dapat diperpanjang apabila dipandang perlu atau ada permintaan dari pihak keluarga atau dari KJRI.

"Konjen RI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pihak terkait atas bantuan, perhatian dan kerja samanya dalam menangani kejadian tersebut," katanya.

Rekapitulasi korban sampai saat ini adalah perkiraan jumlah penumpang 44 orang, korban selamat 25 orang, korban meninggal dua orang.

Jumlah korban yg belum diketahui status keberadaannya 17 orang.

Rekapitulasi nama-nama korban selamat adalah Arsil (30), Milwan (24), Pian (25), Tinus (24), Panji (28), Pristin (25), Mohd. Nasir (26), Habibul (27), Supriadi (34), Hendra (35), Bartoro (69), Agil (27) yang mengaku suami dari Siti Aisah, korban meninggal.

Kemudian Adi (25), Riski (17), Jumlah (32), Hendri (32), Isa Ismail (32), Sukandi (23), Rumadi (24), Taiser (22), Angbar (22), Jeprianto (23), Masriadi (16), Tahri (29) dan Zainal (25).

Sumber: ANTARA


komentar (0)