logo rilis

Insiden Bom Surabaya Dinilai Pengaruhi Psikis Pemilih di Pilkada
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Mei 2018, 13:30 WIB
Insiden Bom Surabaya Dinilai Pengaruhi Psikis Pemilih di Pilkada
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Suko Widodo mengatakan, insiden bom yang terjadi di sejumlah gereja di Surabaya itu tak akan mempengaruhi penyelenggaraan Pilkada 2018. Meski begitu, kata dia, kejadian itu bisa berdampak pada psikis massa yang akan turut meramaikan pesta demokrasi tersebut, terutama di Pilkada Jawa Timur. 

"Secara teknis penyelenggaraan pilkada tidak terganggu. Tetapi  mungkin saja psikis massa di wilayah kejadian agak terganggu," kata Suko kepada rilis.id, Selasa (15/5/2018). 

Dia menjelaskan, masyarakat terutama di Surabaya akan terus merasa curiga terhadap orang lain yang belum dikenalnya dengan baik. Bahkan, bisa jadi masyarakat diliputi rasa takut saat berada di ruang publik. 

"Ada rasa syak wasangka (kecurigaan) terhadap orang lain dan ada rasa sedikit takut berada di ruang umum," ujarnya. 

Terkait dengan insiden bom, Suko menilai kejadian itu tak bisa dilepaskan dari gerakan radikal yang terus dibiarkan berkembang. Dia juga menduga ada motif politik dalam sejumlah aksi tersebut, terutama kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

"Untuk menurunkan legitimasi kredibilitas kepemimpinan yang sekarang berkuasa," paparnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)