logo rilis
Inovasi Teknologi Pengemasan, Rendang 'Go' Internasional!
Kontributor
Kurniati
10 Maret 2018, 12:56 WIB
Inovasi Teknologi Pengemasan, Rendang 'Go' Internasional!
Ilustrasi masakan rendang. FOTO: Instagram/@resep_masakan_tradisional

RILIS.ID, Padang— Inovasi teknologi menjadikan kuliner khas Sumatera Barat, rendang masuk ke pasar internasional.

"Dulu kendalanya rendang hanya bisa tahan satu bulan. Setelah itu dikhawatirkan berubah rasa. sekarang dengan teknologi sudah ada solusinya, dan rendang bisa segera go internasional," kata Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, di Padang, Sabtu (10/3/2018).

Menurutnya, daya tahan rendang telah menjadi salah satu keunggulan kuliner Minang itu. 

Tanpa pengolahan khusus, rendang bisa bertahan hingga satu bulan.

Karena itu masyarakat Minang yang suka merantau, selalu membawa kuliner tersebut. Bahkan, bisa menjadi salah satu menu andalan pada rumah makan Minang yang ada hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Namun untuk skala industri dan diekspor ke luar negeri, lanjut Irwan, daya tahan selama satu bulan itu dinilai masih kurang, karena itu dicari solusi dengan teknologi.

Oleh karena itu, Gubernur Sumbar meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera merealisasikan keinginan rendang go internasional.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto menyebutkan, kendala rendang untuk ekspor tidak hanya ketahanan, tetapi juga beberapa persyaratan negara tujuan seperti setiap produk makanan dan hasil pangan harus bersih dari mikroba, serta memiliki keterangan mengenai tingkat keawetan.

Salah satu solusi, adalah iradiasi sinar gamma yang juga telah dimanfaatkan di berbagai negara.

Proses yang dilakukan dengan teknologi itu, tidak menggunakan bahan kimia sehingga tetap aman dikonsumsi sementara rasa tidak berubah dan steril dari mikroba.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)