logo rilis
Inovasi Teknologi, Kunci Daya Saing Pertanian
Kontributor
Elvi R
15 Mei 2018, 11:50 WIB
Inovasi Teknologi, Kunci Daya Saing Pertanian
Diskusi publik bertema peran inovasi teknologi dalam peningkatan daya saing pertanian nasional yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) senin (14/5/2018) di Jakarta. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pengembangan model pertanian terintegrasi dan berkelanjutan yang mengutamakan komoditas lokal perlu terus dikembangkan, khususnya dengan pemanfaatan inovasi teknologi. Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, hal ini dalam diskusi publik bertema peran inovasi teknologi dalam peningkatan daya saing pertanian nasional yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) senin (14/5/2018) di Jakarta.

Lebih lanjut Viva menambahkan, dukungan Komisi IV DPR RI terhadap perkembangan inovasi teknologi pertanian Indonesia yang dicontohkan dengan disahkannya Undang-undang terkait pertanian seperti UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan atau UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta beberapa UU lain terkait pertanian. 

“Komisi IV mendukung pemerintah untuk mengembangkan demplot pada lahan pertanian khususnya cetak sawah baru dan meningkatkan sosialisasi serta pendampingan kepada petani setempat dalam menggunakan inovasi teknologi baru di bidang Pertanian” ungkapnya.

Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian Muhammad Syakir yang juga menjadi narasumber dalam helatan tersebut menegaskan bahwa inovasi dan teknologi informasi adalah kunci dari daya saing. 

Menurut Syakir, Indonesia sebagai bagian dari daerah equator harus menjaga dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam seoptimal mungkin khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan inovasi serta daya saing ini saling terkait erat dalam menghasilkan inovasi unggul khususnya bidang pertanian.

“Untuk itu eksistensi Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian perlu dipertahankan agar terus dapat menghasilkan dan meningkatkan inovasi produk pertanian yang berdaya saing tinggi dalam rangka menyejahterakan masyarakat” jelasnya.
Selain dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian, diskusi publik tersebut juga menghadirkan Rektor IPB, Rektor Universitas Al Azhar dan Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN.

Rektor IPB Arif Satria saat diskusi menyampaikan, permasalahan dan tantangan nasional ataupun global yang kedepan akan semakin kompleks. “Sehingga ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia di era millenial ini harus berbasiskan kolaborasi dan networking antar lembaga penelitian baik di perguruan tinggi, pemerintah ataupun stakeholder bidang pangan lainnya,” ungkapnya.

Sementara, Rektor Universitas Al Azhar Asep Saefuddin dan Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Purnomo Sinar Hadi mengungkapkan hal senada yaitu mengenai adanya kendala distribusi produk pertanian dan bagaimana menghubungkan antara hulu dan hilir untuk produk pertanian.

Sumber: Yanuar Budi H/Balitbangtan


500
komentar (0)