logo rilis

Percepat Sektor Pertanian Banggai, Kementan Ajak Investor
Kontributor

12 Oktober 2018, 22:45 WIB
Percepat Sektor Pertanian Banggai, Kementan Ajak Investor
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian melakukan berbagai langkah strategis dalam melakukan percepatan pertumbuhan pembangunan sektor pertanian guna mencapai swasembada pangan.

Sekertaris Jendral Kementan, Dr. Syukur Iwantoro melakukan upaya nyata langkah di atas dengan mengundang berbagai pihak untuk melakukan investasi di bidang pertanian di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Syukur yang juga sebagai Ketua Satgas Kemudahan Berusaha Kementerian Pertanian (Kementan), terus mendorong iklim investasi dengan memfasilitasi pertemuan Tim Bupati Banggai, Sulawesi Tengah dengan salah satu investor.

"Kabupaten Banggai dengan luas wilayah 9.672 kilometer persegi dan populasi penduduk 365.616 jiwa memiliki potensi pertanian yang sangat tinggi," kata Bupati Banggai, Herwin Yatim, melalui Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo, dalam pertemuan dengan Sekjen Kementan dan investor bidang pertanian di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Banggai merupakan lumbung beras terbesar kedua di Sulawesi Tengah dengan produksi 168.115 ton.

Kabupaten ini menempatkan pertanian sebagian pilar utama pembangunan dalam visinya, yakni “Mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pertanian dan kemaritiman berbasis kearifan lokal dan budaya, lanjut Labolo.

Pada tahun 2016, Banggai menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yakni 37.12 persen.

Selain padi potensi yang juga tinggi di Banggai adalah jagung, kelapa dan ternak sapi dan kambing.

Banggai juga memperoleh penghargaan untuk kategori cakupan tanam dan produksi jagung tertinggi se-Sulteng. 

“Banggai memiliki sawah terluas di provinsi Sulteng dengan tingkat produksi tertinggi se Sulteng," tambah Labolo.

Dengan sejumlah prestasi yang diraih Banggai, maka peluang pengembangan usaha dan investasi di bidang pertanian sangat tinggi dan terbuka.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Banggai memiliki potensi pertanian yang sangat tinggi, selain karena lahannya yang  subur juga iklimnya yang sangat mendukung, khususnya untuk usaha tani padi dan jagung.

Koordinator Upsus Pajale Provinsi Sulawesi Tengah ini menyatakan kesanggupannya, untuk mengawal dan melakukan pendampingan teknologi untuk pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Banggai.

Melalui lembaga yang dipimpinnya, Dedi juga memberikan dukungan layanan dalam penyedian peta kesesuaian lahan yang dapat menggambarkan wilayah-wilayah yang seduai untuk pengembangan jagung. 

Hasil kajian dan pemetaan kesesuaian lahan BBSDLP (2016), terdapat lahan seluas 245.000 hektare yang sesuai untuk jagung yang menyebar di 23 kecamatan di Kabupaten Banggai.

Lahan-lahan tersebut berada pada status Areal Penggunaan Lain (APL).

Andry Kesuma dari PT. Putra Rajawali Plantatio menyatakan kesediaannya untuk melakukan investasi komoditas jagung di Kabupaten Banggai.

Andry mengungkap ketertarikannya untuk berinvestasi di bidang agribisnis jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Ia juga menargetkan 3.000 hektare sebagai lahan ini dan segera melakukan kunjungan ke Banggai untuk melakukan kajian.

“Permintaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak sangat tinggi,” ungkapnya.

Saya berharap pemerintah Kabupaten Bagai dapat memberikan kemudahan dalam perijinan untuk membuka usaha di sana, lanjut Andry.

Pertemuan dipimpin oleh Sekjen Kementerian Pertanian, dihadiri Wakil Bupati Banggai, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, beberapa orang pejabat Eselon III dan IV Dinas Pertanian, perwakilan Bappeda Kabupaten Banggai, Kepala BBSDLP, Kepala Seksi Kerjasama Penelitian BBSDLP, dan 2 orang investor dari PT. Putra Rajawali Plantation.
 

Sumber: Saefoel Bachri/Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID