logo rilis
Inovasi Balitbangtan Terus 'Berkibar' di Wilayah Perbatasan
Kontributor
Fatah H Sidik
11 Juni 2018, 23:55 WIB
Inovasi Balitbangtan Terus 'Berkibar' di Wilayah Perbatasan
Panen padi dengan menerapkan jajar legowo 2:1 di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (6/6/2018). FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Kupang— Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan dukungan terhadap petani, guna pengembangan sektor agraria. Hal tersebut, untuk membangun Indonesia di wilayah perbatasan serta sesuai program lumbung pangan berbasis ekspor (LPBE).

Dukungan yang diberikan, kata Kepala BPTP NTT, Dr. Syamsuddin, berupa inovasi tekologi dalam bentuk kegiatan demfarm dan pendampingan lainnya. Ada juga pembinaan terhadap petani.

Kelompok Tani (Poktan) Moin Feu di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kupang, misalnya. BPTP membna BPTP NTT sejak 2017 melalu program LPBE. Meski masa pendampingan telah berakhir, Moin Feu menjadi andalan BPTP dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kupang sebagai motivator bagi kelompok tani lainnya.

"Moin Feu, adalah contoh nyata yang diharapkan bagi meluaskan adopsi inovasi di wilayah perbatasan," ujar Syamsuddin. Poktan itu, sejak awal pembinaan mengikuti teknologi jajar legowo 2:1. Hasilnya, produksi padi meningkat. Sampai kini masih diterapkan.

Moin Feu pun juga mendapat bantuan ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) dan ternak babi. Hewan ternak terus dipelihara sampai sekarang.

"Melihat keberhasilan pengembangan ternak tersebut, Desa Natemhanu diharapkan menjadi sentra perbibitan ternak babi untuk memenuhi kebutuhan bakalan ternak babi wilayah setempat dan tidak perlu didatangkan dari luar daerah," kata Camat Amfoang Timur, Noch Wilman, saat panen padi, Rabu (6/6/18). 

Hingga akhir Mei, luas panen teknologi jajar legowo mencapai 250 hektare. Rata-rata produktivitas mencapai empat ton per hektare. Acara panen dihadiri Komandan Sargaster Kupang-Timor Timur Jeri Ado, peneliti dan penyuluh BPTP NTT, aparat desa, Petugas P3A, serta poktan se-Kecamatan Amfoang Timur. 

Wilman menambahkan, kelompok wanita tani (KWT) Nekmese aktif mengembangkan ternak ayam bantuan dari Balitbangtan, meski ada kendala. Di antaranya, belum tersedianya mesin penetasan telur. "Diharapkan dapat segera dipenuhi pihak desa melalui bantuan," pintanya.

Selain panen perdana, BPTP NTT turut mendampingi kegiatan persiapan lahan untuk penanaman jagung komposit yang direncanakan tanam pada minggu kedua Juni 2018. Penanaman akan dilakukan di lahan 10 hektare oleh Moin Feu di Desa Netemnanu Utara dan Talita Jaya di Desa Netemnanu.

Acara dilanjutkan penanaman simbolis padi sawah seluas 10 hektare menggunakan jajar legowo 2:1. Kegiatan dilakukan Poktan Harapan Baru, di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Timor Tengah Utara (TTU). Petani terlihat antusias mengikuti bimbingan acara.

Mereka lantas berharap, BPTP NTT terus membimbing hingga panen. "Inovasi teknologi pertanian yang diterapkan, diharapkan mampu menjawab persoalan usaha tani di wilayah perbatasan," kata Mantri Tani Kecamatan Mutis.

Dia juga menginginkan poktan bisa berusaha lebih baik lagi. Sehingga, hasil panen melonjak, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan petani membaik.

Sumber: Yohanis Ngono/Balitbangtan Kementan


komentar (0)