logo rilis

Inilah Bahaya yang Mengancam Akibat Letusan Gunung Berapi
Kontributor
Ning Triasih
27 Desember 2018, 23:02 WIB
Inilah Bahaya yang Mengancam Akibat Letusan Gunung Berapi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kini berstatus Siaga (level III). Artinya, gunung berapi ini menjadi bom waktu yang kapan saja bisa meletus. Bencana alam ini tak bisa dilawan ataupun ditundukkan.

Namun, bukan berarti letusan gunung berapi tak bisa diantisipasi. Dalam hal ini, dibutuhkan kewaspadaan tinggi dan selalu siap siaga saat bencana alam tersebut terjadi.

Selain mempersiapkan diri menghadapi letusan gunung berapi, hal yang tak kalah penting adalah memahami apa saja bahaya yang akan timbul akibat meletusnya gunung api.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut bahaya yang mengancam akibat letusan gunung berapi.

1. Aliran lava

Lava adalah magma yang meleleh ke permukaan bumi melalui rekahan, suhunya bisa mencapai lebih dari seribu derajat celsius dan dapat merusak segala bentuk insfrastruktur di sekitarnya.

2. Awan panas 

Awan panas adalah aliran material vulkanik panas yang terdiri atas batuan berat, ringan (berongga), larva massif dan butiran klastik yang pergerakkannya dipengaruhi oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui lembah dan sungai.

3. Gas beracun

Gas beracun adalah gas vulkanik yang dapat mematikan seketika apabila terhirup dalam tubuh. Gas beracun ini adalah karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam hidroklorida (HCL), asam flourida (HF) dan asam sulfat (H2SO4).

4. Abu vulkanik

Abu vulkanik sering disebut juga pasir vulkanik atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan gunung api, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus.

Biasanya, abu vulkanik menjadi persoalan serius jika terjadi letusan gunung api karena dampaknya sangat luas. Abu vulkanik dapat membahayakan dunia penerbangan dan bagi lingkungan, abu vulkanik bisa menurunkan kualitas air dan jangka pendek merusak tanaman, hingga berpotensi menyebabkan berbagai jenis penyakit bagi makhluk hidup termasuk manusia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)