logo rilis
Ini yang Buat Jokowi Mau Datang ke Rapimnas Demokrat
Kontributor
Nailin In Saroh
12 Maret 2018, 16:40 WIB
Ini yang Buat Jokowi Mau Datang ke Rapimnas Demokrat
Presiden Jokowi di JCC. FOTO: Humas Setkab.

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai, hal yang wajar kehadiran Presiden Joko Widodo di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat. 

Kedatangannya tersebut dinilai sebagai tanda-tanda disandingkannya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Ya namanya lobi politik kemungkinan terbuka. Jokowi mendekati mereka yang secara politis cukup luas perkiraan pemilihnya. Apalagi Demokrat juga punya jaringan dengan Islam dan TNI," ujar Indria kepada rilis.id di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Indria mengakui, track record anak sulung Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono itu memang belum cukup mumpuni sebagai calon wakil presiden. Meskipun, tidak menutup kemungkinan bila putra mahkota tersebut dilamar Jokowi sebagai calon orang nomor dua di Indonesia.

"Memang pengalaman masih nol, tapi enggak tahu lah ini masih awal belum bisa dijadikan pegangan bahwa sekali pertemuan lantas bisa mengabaikan partai pendukung yang lain. Jadi masih pertimbangkan Parpol lain juga," katanya. 

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyebut dirinya sebagai seorang Partai Demokrat. Ia mengaku, dirinya seorang pemimpin yang tidak otoriter, selalu mendengarkan pendapat orang lain dan menghargai perbedaan tanpa menjadikannya sebagai sumber permusuhan.

"Saya berani bilang saya itu bukan seorang pemimpin otoriter, saya ini seorang demokrat," kata Jokowi ketika memberikan sambutan dalam Rapimnas tahun 2018 Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Bogor, Sabtu (10/3) kemarin.

Sementara, Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Ia tak menutup kemungkinan Demokrat bisa berkoalisi dengan Jokowi.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)