logo rilis

Ini Tiga Identitas Korban Tenggelamnya Kapal di Danau Toba
Kontributor
Kurnia Syahdan
21 Juni 2018, 20:15 WIB
Ini Tiga Identitas Korban Tenggelamnya Kapal di Danau Toba
Pencarian korban tenggelamnya kapal di Danau Toba. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Simalungun— Petugas penanganan musibah tenggelam KM Sinar Bangun, memublikasikan identitas tiga jenazah yang telah diautopsi pihak RSUD Tuan Rondahaim Kabupaten Simalungun.

Identitas ketiganya adalah Tri Suci Wulandari (24), warga Aceh Tamiang, Fajryanti (47), warga Kota Binjai dan Indah Juwita Saragih (22), warga Sidamanik, Simalungun.

Selain korban tewas, petugas gabungan juga memublikasikan nama-nama korban yang selamat dalam pengumuman di posko terpadu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/6/2018).

Adapun Korban-korban yang selamat itu, M. Fikri (21), warga Indrapura, Kabupaten Batubara, Heri Nainggolan (23), warga Panei Tingkah, Kabupaten Simalungun, Jamuda (17), warga Bunga-Bunga, Hernando Lingga (24), warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang dan Sri Santika (26), warga Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara.

Selain itu, Rahma Saputra (22), warga Indrapura, Kabupaten Batubara, Rini Sijabat (26), warga Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Tinambung Situmorang (16), warga Aeknopan, Kabupaten Labuhan Baru Utara, Hermanto Turnip (27), warga Tigaras, Kabupaten Simalungun dan Suhendra (22), warga Kota Pematang Siantar.

Kemudian, Santi Sianturi (23), warga Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Dedi Setiawan (22), warga Lubuk Pakam, Hafni (29), warga Pematang Siantar, Toni (29), warga Kota Pinang dan Roni (17), warga Raja Nihuta.

Korban selamat lainnya, Rudi Wibowo (22), warga Kota Binjai, Josua Sinaga (18), warga Kota Binjai dan Juwita Morga (24), warga Aceh Tamiang.

Petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas masih melakukan pencarian korban kepada para korban, termasuk bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Setiap korban yang ditemukan, baik masih hidup maupun meninggal dunia, dibawa ke RSUD Tuan Rondahaim di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)