logo rilis

Ini Tandanya Si Anak Tukang Bully di Sekolah
Kontributor
Ning Triasih
19 Oktober 2018, 20:03 WIB
Ini Tandanya Si Anak Tukang Bully di Sekolah
ILUSTRASI: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Setiap orang tua pasti ingin melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain. Tak ada satupun yang mau jika buah hatinya menjadi pengganggu alias tukang bully di sekolah.

Tapi, jika Anda merasa khawatir putra-putrinya mungkin menjadi pengganggu di sekolah, ada beberapa tanda-tanda bullying yang harus Anda perhatikan.

Seperti dilansir rilis.id dari Yourtango, berikut tanda-tanda perilaku anak yang mengindikasi jika dia suka mem-bully teman-teman sekelasnya:

Kurang empati pada orang lain

Coba perhatikan, apakah anak Anda tidak menunjukkan belas kasihan atau empati pada orang lain, cenderung menyalahkan teman dan tidak bertanggung jawwab atas  tindakannya? Jika ya artinya Anda patut waspada. Pasalnya, kurangnya empati ini bisa menjadi tanda bahwa anak Anda adalah seorang pengganggu.

Terobsesi dalam penyesuaian diri

Sejumlah anak amat sadar akan hierarki sosial dan status sosial. Jadi, mereka merasakan tekanan luar biasa untuk menyesuaikan diri. Mereka mungkin mencoba untuk mengelola dan mengatur kendali, serta terobsesi dengan citra sosial, media sosial, dan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkhawatirkan tentang bagaimana mereka dipersepsikan.

Hal ini dapat mendorong anak akhirnya membuat pilihan untuk menyesuaikan diri, membuat mereka berubah menjadi pengganggu, meskipun sebenarnya mereka tidak bermaksud demikian.

Punya pengalaman dari kemarahan, kekerasan, atau penindasan

Jika anak Anda telah menyaksikan dan mengalami intimidasi, kekerasan, kemarahan dan hukuman, mereka telah didorong melihat bahwa serangan dan hukuman merupakan jawaban atas masalah yang mereka hadapi. Karena anak telah menjadi korban atau mengalami ketidakadilan, mereka mungkin akan menggunakan pengalaman tersebut sebagai reaksi.

Cenderung menjatuhkan orang lain

Anda melihat jika si anak cenderung membuat orang lain jatuh saat membangun diri. Mereka menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan candaan serta menghinanya. Rasa rendah diri, takut, atau bahkan merasa kewalahan dapat membuat beberapa anak jadi meremehkan dan menyingkirkan yang lain. Ini adalah tanda bahwa anak membutuhkan bantuan Anda untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri, sehingga tidak berusaha untuk mem-bully orang lain.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)