logo rilis

Ini Seniman Muda Lulusan Magister dari ITB yang Mendunia
Kontributor
Yayat R Cipasang
22 Oktober 2018, 20:02 WIB
Ini Seniman Muda Lulusan Magister dari  ITB yang Mendunia
Etza Nur Meisyara. FOTO: itb.ac.id

RILIS.ID, Bandung— Namanya, Etza Nur Meisyara. Ia baru saja lulus Magister Seni Rupa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Insitut Teknologi Bandung (ITB). Tapi karya-karya seninya sudah diganjar sejumlah penghargaan di antaranya memperoleh predikat Seniman Muda Terbaik dari Bandung Art Contemporary.

Seperti dikutip dari laman itb.ac.id, Senin (22/10/2018), karya Etza yang cukup menarik perhatian ialah lukisan yang terbuat dari plat tembaga. Proses pembuatannya pun cukup unik karena lukisan yang dihasilkan berdasarkan hasil oksidasi proses kimiawi. 

Banyak karya lain telah dihasilkan Etza. Ia pun pernah berkelana ke tiga negara seperti Islandia, Inggris, dan Jerman untuk memamerkan karyanya. Terbaru, awal bulan ini, Etza melakukan pameran tunggal di La Rochele, Perancis.

"Saya sejak 2012 mulai aktif berpameran dan mulai ikut kompetisi. Pameran pertama saya di Bandung dan Yogyakarta bergabung dengan seniman yang lain," ujarnya.

Memilih jalan hidup sebagai seniman tentu tidaklah mudah. Namun semua itu bisa dilewati karena Etza selalu mendapatkan dukungan yang baik dari keluarga. Oleh karenanya, putri seniman terkenal Tisna Sanjaya itu mengaku selalu bersyukur mendapatkan keluarga yang selalu mendukung langkahnya. 

"Saya pun banyak dapat diskusi-diskusi dengan orangtua gimana akhirnya mereka memberikan kesadaran bahwa semua keilmuan nggak ada yang buruk dan salah, asal kita tekun dalam hal itu," katanya.

Dia mengatakan, menjadi seorang seniman tidak cukup hanya mengandalkan bakat dan keinginan. Namun perlu juga mencari ilmu setinggi-tingginya. Dari keilmuan yang diporeleh akan banyak ide-ide segar untuk dimunculkan, tidak harus dengan modal besar, modal yang kecil pun dapat menghasilkan karya yang luar biasa.

"Ada seniman kuliah di ITB yang bermodalkan barang-barang bekas, ayah saya pun (pakai bahan) dari alam, limbah-limbah. Ide itu tidak hanya keyakinan diri tapi dari ilmu yang kita baca, kita dapatkan dari kuliah. Itu peluang yang sama untuk semua orang," ujarnya.

Selama kuliah di ITB dari mulai S1 sampai kini lulus S2, ia merasakan ada kompetisi yang baik di kampus. Persaingan tersebut membuat dirinya selalu ingin lebih baik dari segi nilai, kompetisi dan dalam berkarya.

Ia berpresan, kepada para mahasiswa ITB yang saat ini sedang menempuh studi, agar selalu berani beda dan berani untuk mencoba hal-hal baru. Baginya seni bukan cuman hobi, tapi itu karier yang cukup menjanjikan bagi orang yang berani. 
"Karena memang banyak risiko tapi kalau kita tekun banyak kemungkinan-kemungkinan secara finansial dan pengalaman dan penghargaan kepada masyarakat perlahan-lahan mulai saya dapatkan," pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, ia menjual karya lukisannya dan hasil penjualan sebagian akan didonasikan untuk para korban. Dari 9 karya, dua di antaranya telah terjual. Karya seni lukis yang dijual pun terinspirasi dari Palu.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)