logo rilis
Ini Rahasia Tanam Cabai Saat Off Season
Kontributor
Yayat R Cipasang
19 Mei 2018, 23:42 WIB
Ini Rahasia Tanam Cabai Saat Off Season
Tanaman cabai dengan teknologi sungkup plastik. FOTO: Kementan

RILIS.ID, Sumedang— Musim hujan kadang menjadi kendala petani aneka cabai melakukan pertanaman di lapangan karena risiko kegagalan panen selalu menghantui para pencinta budidaya cabai Indonesia. Namun hal ini tidak menjadi masalah lagi karena teknologi sungkup plastik  'rain shelter' sudah mulai diterapkan di beberapa sentra utama. 

Dirjen Hortikultura Kementan Dr. Suwandi, M.Si langsung turun ke lapangan untuk memastikan teknologi sungkup plastik telah diterapkan oleh kelompok tani mukti di Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat. Teknologi ini cukup sederhana. 

Suwandi mengatakan cabai salah satu komoditas strategis hortikuktura yang digenjot pada era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Selama ini produksi cabai musiman, sementara kebutuhan relatif sama sepanjang tahun. 

"Teknologi sungkup merupakan salah satu solusi permanen cabai sehingga bisa ditanam sepanjang tahun, sehingga produksi dan pasokan stabil sepanjang waktu," ujarnya.

"Ini teknologi sederhana namun dampak yang dihasilkan sungguh luar biasa, di antaranya produksi terjamin dan kegagalan panen bisa diminimalkan," tambahya.

Jadi teknologi sederhana ini, kata Suwandi, sebagai rahasianya bisa tanam cabai sepanjang waktu.  Teknologi ini didorong agar bisa direplikasi ke semua sentra produksi cabai dan sayuran di seluruh Indonesia.

Aseng,  ketua Lelompok Tani Mukti sekaligus champion cabai Kabupaten Sumedang menjelaskan manfaat sungkup plastik.

"Manfaat sungkup, pertama mengatasi kendala penyakit buah supaya tidak terkena patek, kedua mampu menekan biaya tenaga kerja saat perawatan tanaman di musim hujan, ketiga biaya sanitasi lebih murah dan ekonomis," ujarnya.

Keempat mendukung penerapan budidaya ramah lingkungan, dalam hal ini bisa mengurangi frekuensi penggunaan pestisida di lapangan.

Kelima memastikan keberhasilan panen saat musim hujan, buah tidak rontok, kelembaban terjaga, pupuk di lahan tidak mudah hilang akibat hujan. 

Keenam budidaya akan menjadi lebih ekonomis dan efisien, mengurangi biaya produksi, ketujuh mudah diterapkan dan sangat efisien. 

"Kedelapan hasil produksi dengan sungkup jauh lebih tinggi dari pada tanpa sungkup. Produksi relatif stabil antarmusim dan kesembilan saat off season harga jualnya lebih bagus.," katanya.

Aseng menambahkan bahwa  biaya produksi dengan sungkup dengan bambu, mulsa plastik total sebesar Rp30 juta per hektare. Tidak jauh berbeda dengan tanam tanpa sungkup. Sedangkan dengan sungkup menggunakan bahan utama besi lingkaran awet hingga 20 tahun, biayanya dapat mencapai Rp90 juta per hektare.

"Ya untung bersih bisa lebih Rp50 juta per musim. Alhamdulillah kemarin saya berangkat umrah plus dari rejeki cabai," tuturnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)