logo rilis

Ini Presentase Kemenangan 'Quick Count' LSI Denny JA di 10 Provinsi
Kontributor

30 Juni 2018, 23:15 WIB
Ini Presentase Kemenangan 'Quick Count' LSI Denny JA di 10 Provinsi
ILUSTRASI. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 27 Juni 2018 yang baru saja selesai merupakan momen yang penting bukan saja buat rakyat dalam berdemokrasi, tapi juga penting buat sejumlah lembaga survei, termasuk Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. 

"Terutama, dalam konteks pertaruhan kredibilitas dan record akademis yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik, antara lain, melalui publikasi hasil quick count yang akurat," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network Denny JA), Toto Izul Fatah, kepada pers di Jakarta, Sabtu (29/6/2018). 

Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi publikasi hasil quick count sejumlah lembaga survei dengan aneka kontroversinya mengingat Komisi Pemilihan Umum di sejumlah daerah belum mengumumkan hasilnya secara resmi.

Dalam rangka pertanggungjawaban profesionalnya kepada publik tersebut, LSI Denny sebagai lembaga survei yang paling banyak menggelar quick count pada Pilkada serentak 2018 ini, mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia kemenangan para calon gubernur dan wakil gubernur di 10 provinsi se-Indonesia.

"Pengumuman ini dilakukan LSI Denny JA bukan dalam rangka gagah-gagahan, tapi sekali lagi, lebih dalam rangka pertanggungjawab akademis, moral sekaligus professional, bahwa yang kita lakukan ini tidak asal-asalan. Tidak karena pesanan dan lain-lain,” ungkapnya. Menurut Toto, terlalu beresiko jika sebuah kerja ilmiah seperti quick count dibuat asal-asalan, apalagi tergantung pesanan. 

Sebab, bukan saja masa depan hidup mati lembaga yang harus dipertarungkan, tapi juga tanggung jawab akademisnya kepada publik.

Paling tidak, dari lebih 200 kali LSI Denny JA melakukan quick count, belum pernah sekalipun meleset. 

"Bahkan, ada yang sampai selisih 0,0 persen hasilnya dengan KPU, yakni di aaSumbawa Barat pada 2012 lalu," jelas Toto. 

Ia menyebutkan, quick count ke 10 provinsi tersebut yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tengara Barat (NTB), Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Adapun presentasi kemenangan dan tingkat partisipasinya yaitu di Jawa Barat perolehan suara Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dengan 32,98 persen dengan total Golput (tidak memilih) sebesar 30,86 persen.

Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin dengan 58,26 persen, dengan presentase Golput 35,47 persen, Jawa Timur ada Khofifah-Emil Elestianto Dardak dengan 54,29 persen dan Golput 34,49 persen, Sulawesi Selatan dimenangkan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman dengan 42,92 persen dan Golput 27,41 persen, Nusa Tenggara Barat dimenangkan oleh Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djaillah dengan 30,84 persen dan Golput 24,15 persen. 

Berikutnya, di Maluku ada Murad Ismail-Barnabas Orno dengan 40,00 persen dan golput 25,27 persen, di Kalbar, perolehan suara tertinggi diraih oleh Sutarmadji-Ria Norsan dengan 56,9 persen dan Golput 17,41 persen, di Kaltim Isran Noor- Hadi Mulyadi dengan 31,30 persen, Golput 40,28 persen. 

Kemudian di Sumsel ada Herman Deru-Mawardi Yahya 35,28 persen dan Golput 30,17 persen dan di Sumatera Utara dimenangkan oleh pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dengan 57,12 persen dan Golput 34,65 persen. 

Menurut Toto, kesepuluh provinsi yang dimaksud tadi, presentasi kemenangannya diumumkan setelah data seluruhnya masuk hingga 100 persen. 

Secara umum, laniutnya, perolehan suara masing-masing pasangan calon, tak ada yang mengagetkan jika dibandingkan dengan, rata-rata, dua kali survei yang dilakukan sebelumnya di provinsi tersebut. Kecuali, untuk wilayah-wilayah tertentu yang persaingannya memang cukup ketat seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara.

“Secara umum, potensi kemenangan itu sudah terpotret dua sampai sebulan sebelumnya. Memang terjadi dinamika yang ketat dalam H-1 bulan sampai H-2 minggu. Tentu, dalam sisa waktu itu selalu terjadi migrasi suara, tergantung kecerdasan masing-masing pasangan dan timnya untuk memanfaatkan peluang waktu tersisa. Terutama, dalam wilayah wilayah yang masih tinggi soft supporter nya,” jelas Toto.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID