Home » Muda

Ini Pesan YLBHI untuk Pemilih Milenial

print this page Jumat, 8/12/2017 | 05:31

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati (kiri). FOTO: ylbhi.or.id

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menyarankan kepada pemilih pemula agar benar-benar menyelisik calon kepala daerah yang akan dicoblos pada Pilkada 2018 mendatang. 

Hal itu bertujuan agar memutus mata rantai korupsi yang semakin tidak terbendung.

Asfi berpesan agar, pemilih milenial tidak mencoblos berdasarkan faktor kedekatan belaka.

"Pemilih pemula mereka harus objektif. Mereka tidak boleh hanya memilih dengan melihat kedekatan primordial kedekatan daerah, tempat tingal, asal suku, agama, ras saja. Nanti pas tokoh yang dipilihnya korupsi kan kasihan, mereka merasa bersalah karena  memilih berdasarkan kedakatan itu tadi ," ujar Asfi kepada rilis.id, di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut Asfi, pemilih milenial merupakan tumpuan majunya demokrasi di Indonesia. Mengigat, mereka memahami teknologi, sehingga sangat mudah menyelisik calon-calon pemimpin yang sesuai harapannya.

Asfi berpesan kepada pemilih milenial, nantinya agar melihat rekam jejak secara detail terkait calon-calon kepala daerah  yang sudah ditetapkan oleh KPU sebagai kontestan Pilkada 2018 mendatang.

"Yang penting adalah orang ini apakah pernah menjadi manager yang baik, punya tradisi melakukan pembangunan untuk rakyat, track recod atau rekam jejak juga sangat penting sekali untuk diketahui mendalam," bebernya.

"Bukan hanya janji-janji politik saja. Perlu juga dilihat apakah dia pernah melakukan dugaan korupsi, kejahatan seksual, KDRT dan lain-lain. Itu sangat penting," tuntas Asfi.

Penulis Tio Pirnando
Editor Syahrul Munir

Tags:

Pemilih MilenialYLBHIYayasan Lembaga Bantuan Hukum IndonesiaKPUPilkada SerentakAsfinawati