logo rilis
Ini Pesan Sultan Hamengku Buwono untuk Pramuka Indonesia
Kontributor
Kurniati
14 Agustus 2018, 15:15 WIB
Ini Pesan Sultan Hamengku Buwono untuk Pramuka Indonesia
FOTO: Instagram/@pramukaupdate

RILIS.ID, Yogyakarta— Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, sebagai organisasi pendidikan nonformal, Gerakan Pramuka harus mampu menjadi jembatan generasi milenia yang kuat dan cerdas.

"Hari ini 14 Agustus kita rayakan Hari Pramuka ke-57 dengan tema Pramuka Perekat NKRI. Konsekuensinya pramuka harus mampu menjadi jembatan generasi milenia yang kuat dan cerdas," pesan Sultan saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Besar Hari Pramuka ke-57 di Kabupaten Bantul, Selasa (14/8/2018).

Artinya, kuat dalam membela tegaknya ideologi Pancasila, konsisten dan loyal terhadap jiwa Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, membela secara utuh menyatunya NKRI dan kokoh perekatnya semangat Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, lanjut Sultan, Gerakan Pramuka dalam hal ini keanggotaannya juga harus cerdas aktualisasinya dalam sila kepramukaan sebagai gerakan kemasyarakatan yang berakar pada kebudayaan sendiri dan berbasis generasi muda.

Sultan mengatakan, faktanya anggota pramuka tersebut terdiri dari berbagai keragaman etnis, agama, ras, golongan budaya dan tradisi yang disatukan dalam moto bersama yang diikat dalam Dasa Darma, seperti yang diamalkan Gerakan Pramuka.

"Oleh karena itu pramuka harus berada di garda terdepan dalam menjaga dan merawat serta wujudkan empat pilar berbangsa itu, karena ancaman desintegrasi kini kian nyata," katanya.

Gubernur DIY ini mengatakan, sebagai jembatan generasi milenial yang akan ambil alih kepemimpinan saat Indonesia emas nanti.

Pramuka Indonesia dan DIY juga harus mampu berperan sebagai inisiator dan kreator dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun semangat kebangsaan dan ke-Indonesiaan di kalangan generasi milenial

"Selain itu diharapkan juga dapat jadi benteng ketahanan budaya dalam membendung penetrasi kerusakan budaya terhadap generasi muda dengan cara pelemahan berbagai apsek kehidupan berbangsa yang secara masif dan terus menerus," katanya.

Sultan menambahkan, tanpa disadari ancaman itu makin terasa, karena ancaman tersebut bagaikan milik sendiri.

"Namun apresiasi sebagai kreator dan benteng budaya itu tidak akan bermakna jika Pramuka DIY tidak bisa membuktikan diri sebagai teladan yang mempresentasikan generasi muda," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)