logo rilis

Ini Penyebab NTT Belum Maksimal Ekspor Ikan
Kontributor
Elvi R
01 April 2018, 07:00 WIB
Ini Penyebab NTT Belum Maksimal Ekspor Ikan
Nelayan tradisional melaut di wilayah perairan Sulawesi Tenggara. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Kupang— Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Ganef Wurgiyanto mengemukakan ekspor hasil perikanan dari Provinsi NTT belum maksimal karena belum melakukan ekspor langsung namun melalui Surabaya.

Dia menjelaskan, kondisi itu diakibatkan pasokan hasil perikanan untuk tujuan ekspor masih diangkut dengan kontainer berkapasitas 20 fit melalui pelabuhan peti kemas di Tenau, Kota Kupang.

Sementara ketentuannya ikan-ikan yang akan diekspor ke berbagai negara tujuan dimuat dalam kontainer berkapasitas 40 fit.

"Persoalan di lapangan karena kendala akes jalan menanjak di terminal pendaratan ikan Tenau yang sulit sehingga ikan-ikan hanya bisa diangkut kontainer 20 fit, sampai di Surabaya dibongkar lagi untuk dimuat kontainer 40 fit," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah membutuhkan investasi di sektor penyediaan kapal penampung ikan untuk mengangkut hasil-hasil perikanan dan kelautan daerah ini untuk tujuan ekspor.

"Investasi penyediaan kapal penampung ikan yang kita butuhkan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan dingin (cold storage) terapung untuk mengangkut ikan sehingga bisa diekspor secara langsung," ujar Ganef Wurgiyanto saat dihubungi Antara di Kupang, Sabtu (31/3/2018).

Dia menjelaskan, layanan kapal penampung ikan pernah beroperasi di perairan NTT sekitar 1994-1995 untuk mengangkut hasil-hasil perikanan yang saat itu diekspor ke Jepang.

Namun, katanya, layanan tersebut tidak berlangsung lama dan tidak beroperasi lagi hingga saat ini sehingga daerah ini belum memiliki cold storage terapung.

Menurut Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu, investasi penyediaan kapal penampung yang dimaksud umumnya merupakan bagian peran pihak swasta. Sehingga dia berharap ada investor yang tertarik memanfaatkan peluang bisnis ekspor yang ada.

"Karena ini tentu memudahkan para nelayan kita di daerah ini untuk menggenjot hasil tangkapan mereka lebih optimal sehingga bisa berkontribusi besar terhadap nilai eskpor perikanan secara nasional," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)