logo rilis

Ini Penyebab Gaji Guru Honorer Kecil
Kontributor

11 Mei 2018, 19:44 WIB
Ini Penyebab Gaji Guru Honorer Kecil
Ribuan guru swasta yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) melakukan aksi damai dan menuntut kesetaraan status di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Magetan— Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menilai, butuh waktu tujuh tahun utnuk mengangkat guru honorer di seluruh Indonesia. Jumlah guru honorer se-Indonesia sekira 736 ribu orang.

"Misalnya, setiap tahun pemerintah mengangkat 100 ribu orang guru honorer. Maka, butuh waktu tujuh tahun lebih untuk bisa menyelesaikan permasalahan guru honorer," ujarnya di Magetan, Jawa Timur, Jumat (11/5/2018).

Baca: Miris, Ini Anomali Guru di Indonesia

Kata Muhadjir, guru honorer mencapai 736 ribu akibat dari moratorium pengangkatan guru. Sehingga, guru yang pensiun tak dapat diganti dengan pengangkatan tenaga pengajar baru. "Sebagai gantinya, kepala sekolah mengangkat guru honorer," jelasnya.

Baca: Cerita Ali, Zaman SBY Guru Sejahtera dan Gaji Naik

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan, kecilnya pendapatan guru honorer karena digaji kepala sekolah. Dengan demikian, pemerintah daerah (pemda) tak bisa mengucurkan anggaran untuk membayar gaji mereka.

"Kalau kepala daerah mengeluarkan anggaran untuk gaji guru honorer, bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bupatinya bisa ditangkap KPK," tegas dia.

Baca: Heboh Slip Gaji Guru Hanya Rp35.000, Gelarnya Sarjana Pendidikan Islam

Karenanya, Muhadjir berharap, guru honorer bisa diangkat secara bertahap sebagai aparatur sipil negara (ASN) mulai 2018. "Karena anggaran pemerintah terbatas," pungkasnya.

Baca: DPR Dorong Guru Honorer Diangkat jadi PNS

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)