logo rilis
Ini Pengalaman Setnov Puasa di Lapas Sukamiskin
Kontributor
Kurniati
21 Mei 2018, 13:46 WIB
Ini Pengalaman Setnov Puasa di Lapas Sukamiskin
Terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto menceritakan pengalamannya menjalani ibadah puasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat.

"Ya, insyaallah, saya beradaptasi dengan teman-teman yang sama-sama susah dan penghuninya saling berbagi serta berdoa selama tinggal di pesantren," kata Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (21/5/2018).

Saat ini, Setnov dijadwalkan menjadi saksi untuk Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo, yang mendapat keuntungan sebesar Rp79,039 miliar dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan bersama-sama dengan pihak lain dalam proyek pengadaan KTP elektronik pada tahun anggaran 2011 dan 2012.

Setnov sendiri sudah dipindahkan sejak 4 Mei 2018 ke Lapas Sukamiskin berdasarkan vonis hakim dalam sidang 24 April 2018.

Vonis hakim menyatakan ia terbukti bersalah dan dihukum 15 tahun penjara, ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP.

Ia pun memutuskan untuk menerima vonis hakim tersebut dan telah membayarkan denda Rp500juta serta biaya perkara Rp7.500.

Untuk pembayaran uang pengganti belum dipenuhi sebesar 7,435 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar. 
Namun, Setnov sudah menyanggupi untuk membayarnya dengan menyerahkan surat kesanggupan membayar.

"(Saya) puasa terus, sahur bersama-sama dengan teman-teman yang lain, saling berbagi untuk sahur," tambah Setnov.

Untuk makan sahur, Setnov mengaku menunya adalah sayur lodeh, sedangkan saat berbuka cukup dengan gorengan.

"Sahur ada sayur lodeh, kalau buka gorengan yang ala di pesantren' sana," ungkap Setnov sambil sedikit tersenyum menyebut istilah pesantren itu.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)