logo rilis

Ini Peluang di Era Revolusi Industri 4.0 versi Menristekdikti
Kontributor
Elvi R
11 April 2018, 17:17 WIB
Ini Peluang di Era Revolusi Industri 4.0 versi Menristekdikti
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir mengatakan, era digitalisai adalah peluang untuk meningkatkan ekonomi Indonesia, untuk itu perlu semua sektor perlu menumbuhkembangkan program berbasis teknologi.

Dia menyebut, dengan era digitalisasi maka perubahan telah terjadi tidak hanya di sektor swasta tetapi juga di dalam pemerintahan, termasuk kebijakan.

Untuk itu Kemenristekdikti pada Rabu (11/4/2018) melakukan Rapat Koordinasi Implementasi Program Making Indonesia 4.0 yang dihadiri oleh kementerian dari Kabinet Kerja di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.

"Hari ini Kemenristekdikti ditugaskan untuk mengkoordinasi kegiatan Making Indonesia 4.0. Kami melibatkan seluruh kementerian agar semuanya dapat sinergi yang mungkin selama ini berjalan sendiri-sendiri," kata Nasir.

Dia menjelaskan, dalam era digitalisasi, semua kementerian harus melakukan singkronisasi. Sehingga, dapat meningkatkan nilai ekspor, investasi dan menurunkan angka kemiskinan.

"Kuncinya dalam mengahadapi Revolusi Industri 4.0 ini tidak bisa sendiri-sendiri, semuanya harus bersinergi untuk membuka hati, membuka pikiran dan keinginan bersama-sama untuk maju, karena kalau kita tidak bergerak maka Indonesia akan berat mengejar ketertinggalan," kata dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018 lalu meluncurkan Making Indonesia 4.0 sebagai peta jalan dan strategi Indonesia memasuki era digital saat ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan ,untuk dapat bersaing pada era digitalisasi ini maka industri nasional membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan diseluruh rantai nilai manufaktur untuk mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk.

Dia menyebut, impelmentasi Making Indonesia 4.0 yang sukses dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto atau PDB rill sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar lima persen menjadi 6-7 persen pada periode 2018-2030.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)