logo rilis
Ini Modal Indonesia Kembangkan Revolusi Industri 4.0
Kontributor
Fatah H Sidik
16 April 2018, 15:18 WIB
Ini Modal Indonesia Kembangkan Revolusi Industri 4.0
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyatakan, Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan revolusi industri 4.0. Di antaranya, pasar domestik yang besar dan perguruan tinggi di seluruh penjuru daerah.

Bonus demografi hingga 2030, juga menjadi modal selanjutnya. "Pada saat itu, Indonesia harus memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ini jadi momentum yang tidak bisa kita sia-siakan," ujarnya di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Baca: Airlangga: Banyak Profesi Dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.0

Ketua Umum DPP Golkar itu menambahkan, ada lima sektor industri yang menjadi pendorong perkembangan revolusi industri 4.0. "Makanan dan minuman (mamin), kimia, tekstil, elektronik, dan otomotif," terangnya.

Menurut Airlangga, revolusi industri 4.0 berbeda dengan generasi sebelumnya. Revolusi industri 3.0 didorong keuntungan. Sedangkan zaman sekarang, distimulus harga serta biaya.

Baca: Ini Persiapan Madrasah 'Zaman Now' Hadapi Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 pun tak sepenuhnya tergantung pada kecerdasan buatan (artificial intelegence), namun melibatkan pemikiran dan emosi. Bahkan, kapasitas lalu lintas data yang besar menjadi tulang punggungnya.

Pada revolusi industri 4.0 turut menyebabkan perubahan di pekerjaan. Penyebabnya, pencetakan dengan teknologi tiga dimensi (3D printing technology) yang merevolusi pembuatan sampel atau produk industri.

Baca: Pemerintah Siapkan Pelatihan Implementasi Industri 4.0

Meski industrial data urgen, kata Airlangga, sektor industri lainnya tetap penting. Soalnya, tak semua dapat digantikan digitalisasi.

"Isunya ke depan, adalah bagaimana kita membuat proyek percontohan. Dan berikutnya, adalah masalah keamanan data. Kasus bocornya data pribadi di AS dengan Facebooknya, dapat dijadikan contoh. Masalah hak intelektual menjadi kunci bagi pengembangan revolusi industri 4.0," pungkasnya.

Baca: Jokowi Bantah Revolusi Industri Bakal Kurangi 800 Juta Lapangan Kerja

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)