logo rilis
Ini Lho Manfaat Diet Vegan buat Tubuh
Kontributor
Elvi R
21 Maret 2018, 19:25 WIB
Ini Lho Manfaat Diet Vegan buat Tubuh
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah riset membuktikan timbulnya penyakit-penyakit degeneratif sangat terkait erat dengan pola konsumsi pangan hewani yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh.

Pakar kesehatan Susianto Tseng yang juga Sekretaris Jenderal Indonesia Vegetarian Society (IVS) mengungkapkan, pola makan yang cenderung tinggi kolesterol dan lemak jenuh dari sumber pangan hewani menjadi pemicu timbulnya penyakit degeneratif.

"Oleh karena itu berdasarkan riset American Journal of Clinical Nutrition pada 2003 disarankan untuk menerapkan pola makan berbasis pangan nabati sebagai salah satu alternatif yang mampu mencegah dan menyembuhkan penyakit-penyakit degeneratif," kata Susianto yang juga Ketua Yayasan Tempe Internasional itu, di Jakarta (21/3/2018).

Diet berbasis pangan nabati atau lazim dikenal dengan vegan kata dia, juga terbukti dapat mengurangi gejala-gejala penyakit seperti arthritis, hiperkolesterolemia, dan mengatasi obesitas. Bahkan, memperpanjang umur harapan hidup sebagaimana dituliskan dalam riset Singh pada 2003.

Susianto juga mengutip data riset dari American Medical Association (AMA) yang menyatakan, 90-97 persen penyakit jantung dapat dihindari dengan diet vegan.

"Sementara itu, 40-60 persen penyakit kanker dapat dihindari dengan tidak makan daging menurut American Cancer Society (ACS)," katanya.

Dia menambahkan, beberapa riset lain seperti Prof. T. Colin Campbell dari Cornell University pun menyatakan, 80-90 persen penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, stroke, hipertensi, diabetes melitus dapat dicegah dengan diet nabati (vegan).

"Nonvegan mempunyai risiko empat kali lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus tipe-2 dari pada yang bervegan," katanya.

Pakar gizi alumnus UI itu mengatakan, terdapat 50-75 persen penderita diabetes melitus tipe-2 yang dapat melepaskan ketergantungan insulin setelah diberikan diet vegan yang rendah lemak selama kurang dari empat minggu.

Bahkan, 85-95 persen di antaranya tidak perlu mengonsumsi obat lagi sebagaimana penelitian yang dilakukan di Loma Linda University.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan perlunya untuk menggalakkan pola makan sehat berbasis nabati (vegan) terutama di daerah perkotaan.

Apalagi menurut dia, konsumsi lebih banyak sayur dan buah dari sisi harga lebih terjangkau ketimbang konsumsi pangan hewani.

"Upaya ini dapat dilakukan melalui program KIE (komunikasi, informasi, edukasi) untuk mencegah dan menanggulangi penyakit degeneratif yang sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia," katanya.


500
komentar (0)