logo rilis
Ini Kendala UNBK MA di Lebak 
Kontributor
Kurniati
10 April 2018, 14:53 WIB
Ini Kendala UNBK MA di Lebak 
Ilustrasi UNBK. FOTO: Humas Kemendikbud

RILIS.ID, Lebak— Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat madrasah aliyah (MA) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami kendala.

Menurut Kepala MA Wasilatul Falah Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Dedi, kendala tersebut yaitu kurangnya sarana dan prasarana komputer.

"Akibatnya, UNBK dibagi menjadi tiga sesi, agar semua siswa bisa mengikuti," katanya di Lebak, Selasa (10/4/2018).

Dedi mengatakan, meski kekurangan komputer, namun pelaksanaan UNBK hari kedua berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan listrik maupun jaringan internet.

Ia melanjutkan, pelaksanaan UNBK di sekolahnya ini merupakan pertama kalinya, karena sebelumnya MA Wasilatul Falah mengikuti ujian nasional kertas pendil (UNKp).

Peserta UNBK di Wasilatul Falah sebanyak 55 siswa dan telah mengikuti simulasi penggunaan aplikasi komputer.

Karena itu, para peserta UNBK tidak mengalami kesulitan untuk mengisi jawaban soal-soal yang diujikan melalui aplikasi komputer dan jaringan internet.

"Kami menilai UNBK sangat positif dan bisa dipertanggungjawabkan nilai yang diperoleh siswa, karena tidak terjadi kebocoran," jelas Dedi.

Menurut Dedi, saat ini sekolahnya sangat kekurangan sarana komputer sehingga pelaksanaan UNBK dibagi tiga sesi dari pertama pukul 08.00-10.00 WIB, kedua pukul 10.00-12.00 WIB dan ketiga pukul 13.00-16.00 WIB.

Siswa yang mengikuti UNBK tersebut tiga petugas, termasuk petugas teknis dan pemandu.

Selama ini, kekurangan komputer tidak menghalangi untuk mensukseskan pelaksanaan UNBK, meski dengan bergantian itu.

"Kami berharap ke depan kekurangan komputer itu tidak terulang kembali," ujarnya.

Sementara salah seorang siswa MA Wasilatul Falah Rangkasbitung, Giri, mengaku dirinya tidak begitu kesulitan mengisi jawaban soal matematika melalui UNBK karena dinilai lebih praktis dibandingkan UNKP.

"Kami begitu mudah mengisi jawaban soal UNBK karena sudah diajarkan," katanya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Sudirman mengatakan akibat kekurangan sarana komputer itu terpaksa sebagian besar sekolah MA memberlakukan ujian manual UNKP.

Dari 76 MA di Lebak dengan siswa yang mengikuti ujian sebanyak 963 siswa,namun tercatat 55 MA melaksanakan UNKP dan 21 MA mengikuti UNBK.

Pelaksanaan UNKP itu, kata dia, akibat pengelola sekolah tidak mampu memenuhi komputer.

Apalagi, sekolah MA kebanyakan siswanya dari kalangan keluarga pra sejahtera.

Disamping itu juga dibeberapa daerah juga kesulitan jaringan internet karena sekolah MA lokasinya masih ada di pedalaman Kabupaten Lebak.

Bahkan, lokasi sekolah MA itu berada di pegunungan, seperti di Kecamatan Bayah, Muncang, Sobang, Cibeber, Cilograng sehingga sulit terjangkau jaringan internet.

"Kami menargetkan tahun depan semua MA bisa mengikuti UNBK," katanya.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)