logo rilis

Ini Jawaban atas Tuduhan Kelahiran Roemah Priboemi sebagai Rasis
Kontributor
Yayat R Cipasang
11 Juni 2018, 22:15 WIB
Ini Jawaban atas Tuduhan Kelahiran Roemah Priboemi sebagai Rasis
Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua. FOTO: kompas.com

RILIS.ID, Jakarta— Selama ini tak pernah ada lembaga atau badan yang bergerak untuk sebuah keberpihakan yang jujur atas kepentingan masyarakat pribumi. Akibatnya berbagai masalah timbul tapi tak pernah bisa diselesaikan secara rasional. Malah selalu berakhir dengan kekecewaan.

Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Roemah Priboemi Max Sopacua dalam keterangannya kepada rilis.id di Jakarta, Senin (11/6/2018), atas tudingan lahirnya organisasi Roemah Priboemi sebagai rasis.

"Seperti berita seorang nenek yang mengambil ubi yang bukan miliknya harus diadili di pengadilan. Padahal yang dilakukan oleh nenek pribumi itu untuk menyambung hidupnya. Dimana keadilan bagi pribumi? Kenapa membela dan memihak pribumi harus disebut rasis?" kata Max Sopacua.

Peristiwa kecil tapi tragis ini sangat menyentuh kemausiaan yang paling dalam. "Inilah faktor utama lahirnya Roemah Priboemi sekaligus sebagai headquater dari Gerakan Moral Priboemi," kata Max Sopacua yang juga politisi Partai Demokrat.

Gerakan ini, kata Max Sopacua, sama sekali bukan gerakan politik.Gerakan ini 100 persen mendukung pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat pribumi. Kalaupun belum dilakukan, sambung Max Sopacua, Roemah Priboemi akan mendesak pemerintah untuk lebih berpihak pada kepentingan masyarakat pribumi.

"Suatu hal yang patut disyukuri adalah dalam waktu kurang dari setahun Roemah Priboemi sudah bisa hadir di beberapa daerah dan direncanakan sebelum kongres besar pribumi di Jakarta akhir tahun 2018 sudah berdiri Roemah Priboemi di semua provinsi," kata Max Sopacua.

Sebelumnya Roemah Priboemi sudah menggelar prakongres di Makassar, Yogyakarta, kemudian menyusul Padang, Medan, Balikpapan, Surabaya dan Papua.

"Kritikan terhadap kehadiran Roemah Priboemi kami sambut dengan rasa syukur. Kami bangga karena Roemah Priboemi mendapat perhatian dari para pengkritik yang adalah kelompok intelektual.Tapi kami tetap yakin bahwa para pengeritik ini juga adalah pribumi yang belum sadar dan mengerti akan makna dan nilai-nilai kepriboemian seseorang," pungkas Max Sopacua.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)