logo rilis
Ini Indikator Kegagalan Revolusi Mental Jokowi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
11 Juni 2018, 13:17 WIB
Ini Indikator Kegagalan Revolusi Mental Jokowi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), merasa terganggu dengan program Revolusi Mental Presiden Joko Widodo yang tak jelas kelanjutannya. 

Program Revolusi Mental Jokowi yang sebelumnya diharapkan dapat mengubah kultur lama yang negatif menjadi energi positif bagi bangsa, justru hingga kini terseok-seok. 

"Indikatornya bisa dilihat di dunia maya, di mana sejak 2014 sampai saat ini, netizen seolah terbelah antara kubu Jokowi dan Prabowo Subianto," kata Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono kepada rilis.id, Senin (11/6/2018). 

Dosen FISIP Universitas Al Azhar Indonesia itu mengatakan, cacian dan hujatan di medsos antara kubu Jokowi dan Prabowo justru semakin memingkat dan mengkhawatirkan. Padahal, media sosial diharapkan membawa perdebatan cerdas dan sportif yang sebelumnya hanya ada di kampus, menjadi bisa dinikmati banyak kalangan. 

"Khususnya generasi milenial. AHY merasa situasi seperti itu seharusnya tidak terjadi bila revolusi mental sukses dijalankan," ujarnya. 

Zaenal menilai, pandangan politik AHY dan Partai Demokrat tak bisa dilepaskan dari pengaruh pemikiran ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, SBY selama masa pemerintahannya selalu mengedepankan pembangunan manusia untuk membangun bangsa Indonesia. 

"SBY mengedepankan pembangunan manusia, sebelum pembangunan fisik termasuk infrastruktur. Hal itu dapat dilihat dari rekor APBN era SBY yang untuk pertama kalinya mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan. Bahkan untuk menjamin sustainability anggaran yang fokus pada pembangunan SDM itu, diamankan melalui UU," paparnya. 

Sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono menyinggung kelanjutan program Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Jokowi saat menyampaikan orasi bertajuk 'Dengarkan Suara Rakyat' di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Sabtu (9/6/2018). 

AHY dalam orasinya itu mempertanyakan kelanjutan Revolusi Mental Jokowi setelah maraknya pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan proyek fisik lainnya.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)