logo rilis

Ini Harapan Kemenaker pada Buruh di Era Revolusi Industri 4.0
Kontributor
Elvi R
05 Mei 2018, 08:00 WIB
Ini Harapan Kemenaker pada Buruh di Era Revolusi Industri 4.0
Pekerja memperbaiki pagar pembatas penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (19/2/2018). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang berharap serikat pekerja dapat ikut membantu meningkatkan kemampuan anggotanya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

"Serikat pekerja dapat membantu menyiapkan para anggotanya untuk meningkatkan kemampuan menghadapi industri 4.0. Kemudian mereka bisa meminta perusahaan untuk membantu memfasilitasi hal tersebut," kata Haiyani di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Dia menginginkan, para serikat pekerja memikirkan kemampuan anggotanya dan mulai memiliki balai pelatihan untuk para anggotanya, apalagi sekitar 60 persen dari 128 juta angkatan kerja Indonesia hanya tamatan SD dan SMP.

Dia juga mengatakan, perusahaan bekerja sama dengan serikat pekerja dan pemerintah terlibat dalam peningkatan kapasitas karyawan.

Oleh sebab itu mereka butuh penguatan keterampilan agar dapat bersaing pada era revolusi industri 4.0 tersebut.

Dengan meningkatnya kemampuan anggota, masalah hubungan antara industri dan pekerja dapat teratasi. Disamping itu, akan menghapus beberapa jenis pekerjaan namun juga akan menghasilkan jenis pekerjaan yang baru yang berbasis teknologi.

Hal itu menyebabkan tenaga kerja yang berpendidikan rendah berisiko tinggi untuk digantikan dengan mesin.

Penggunaan teknologi tersebut berdampak pada hilangnya 35 persen jenis pekerjaan konvensional.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pemerintah akan meningkatkan kemampuan pekerja dengan cara memberikan pelatihan untuk alih profesi.

Mereka juga akan membuat kebijakan untuk penguatan akses dan mutu pendidikan untuk pelatihan vokasi serta menyiapkan pendanaan pelatihan.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)