Home » Elektoral

Ini Fokus Komnas HAM di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

print this page Selasa, 14/11/2017 | 21:15

(dari kiri ke kanan) Beka Ulung Hapsara, Mochammad Choirul Anam, Hairansyah, Ahmad Taufan Damanik (ketua), Sandrayati Moniaga, Amiruddil Al Rahab, Munafrizal Manan. FOTO: RILIS.ID/Taufiq Saifuddin

RILIS.ID, Jakarta— Setelah melalui proses seleksi dan dilantik, tujuh Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) siap melangkah untuk memulai kerja-kerja penegakan HAM. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah mencegah pelanggaran HAM di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, menghadapi dua momentum politik tersebut pihaknya akan fokus pada peserta pemilu. Disamping itu demi kelancaran pencegahan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan penyelenggara pemilu.

"Menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 kami tentu akan bekerja sama dengan semua pihak terutama peserta pemilu. Terutama juga membangun kerja sama dengan penyelenggara yaitu KPU dan Bawaslu untuk merumuskan satu aturan yang berperspektif HAM," kata Taufan saat ditemui rilis.id, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Lebih jauh, Taufan berpendapat, fungsi utama Komnas HAM dalam hal penanganan pilkada dan pemilu adalah penyelidikan. Sehingga, pihaknya akan berupaya berkreasi dalam menentukan model pemilihan umu yang berperspektif HAM.

Yang juga tidak kalah penting menurutnya adalah menjaga independensi dan netralitas Komnas HAM untuk mencegah pelanggaran HAM di proses pilkada dan pemilu. Ia juga meminta partisipasi publik untuk terus mengontrol Komnas HAM dalam menjalankan fungsinya jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Kita akan berkreasi untuk menyusun semacam standar atau mungkin nama lain yang kita anggap pas sebagai model pemilihan umum yang berperspektif HAM. Tapi di luar itu, perlu kami tegaskan bahwa prinsip independensi dan netralitas Komnas HAM harus kita jaga secara bersama," tandas Taufan.

Penulis Taufiq Saifuddin
Editor Syahrul Munir

Tags:

Pilkada 2018Pemilu 2019Aturan Pemilu

loading...