logo rilis
Ini Empat Prioritas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
09 Juni 2018, 19:10 WIB
Ini Empat Prioritas Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, New York— Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan empat prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020.

Keempat prioritas Indonesia itu disampaikan Retno melalui konferensi video secara langsung usai pemilihan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB di Majelis Umum PBB di New York.

Ia menyebutkan bahwa salah satu prioritas Indonesia di DK PBB adalah melanjutkan kontribusi untuk upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Upaya tersebut akan dilakukan pemerintah Indonesia dengan memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global, dengan mendorong kebiasaan berdialog (habits of dialogue) dan penyelesaian konflik secara damai.

Menurutnya, upaya mewujudkan perdamaian dunia juga perlu dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB, termasuk dengan peran perempuan di dalamnya.

Prioritas kedua Indonesia, adalah membangun sinergitas antara organisasi-organisasi regional dan PBB untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Menlu RI menekankan, pentingnya penguatan organisasi regional, karena pada saat terjadi perkembangan yang sangat dinamis di suatu kawasan maka peran organisasi regional yang lebih cepat masuk dan dibutuhkan untuk menangani masalah.

Untuk itu, diperlukan penguatan hubungan dan komunikasi antara organisasi regional dan PBB.

Prioritas ketiga, selama menjadi anggota DK PBB Indonesia bisa berupaya untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi terorisme, ekstremisme dan radikalisme.

Selanjutnya, prioritas keempat Indonesia di DK PB adalah menyinergikan upaya penciptaan perdamaian dengan upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia menilai penting untuk menghubungkan antara isu perdamaian dengan pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs).

Sebelumnya, Indonesia berhasil terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 dengan mengalahkan Maladewa dengan perolehan 144 suara dari 190 negara anggota PBB yang memberikan suara dalam acara pemilihan di Majelis Umum PBB itu. 

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 bersama empat negara anggota PBB lainnya, yakni Afrika Selatan untuk grup kawasan Afrika, Republik Dominika untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia serta Jerman dan Belgia untuk kawasan Eropa Barat dan negara lain.

Setelah terpilih, Indonesia akan resmi mengisi kursi DK PBB tersebut terhitung 1 Januari 2019. Indonesia sebelumnya pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada periode 1973-1974, 1995-1996 dan 2007-2008.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)