logo rilis
Dua Unit Baru Dibentuk untuk Layani Jemaah Haji
Kontributor
Kurniati
31 Mei 2018, 18:16 WIB
Dua Unit Baru Dibentuk untuk Layani Jemaah Haji
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Agama membuat dua unit baru untuk pelayanan jemaah haji di Arab Saudi.

Unit baru tersebut, yaitu Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (P3JH) dan tim konsultasi ibadah.

P3JH bertugas untuk tim taktis evakuasi. Sementara tim konsultasi ibadah akan membuka konsultasi ibadah untuk jemaah.

"Untuk memberi yang terbaik pada jemaah," kata Direktur Bina Haji, Khoirizi H Dasir, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Dia mengatakan, P3JH sebagai tim taktis mengisi titik kekosongan petugas layanan umum dan layanan kesehatan seperti saat prosesi ibadah haji di Mina.

Kawasan Mina pada umumnya sangat penuh sesak dengan jemaah haji seluruh dunia. 

Dalam keadaan itu terkadang ada jemaah haji yang perlu evakuasi sehingga harus digendong. 

"Tim P3JH bertugas untuk hal itu," kata Khoirizi.

Contoh lain, kata dia, jemaah berpotensi mengalami kondisi kelimpungan tisak dapat berjalan seperti saat lempar jumrah pertama atau ketika Mina Jamarat pada kepulangan jemaah.

Jika tim masih kurang, kata dia, maka seluruh petugas haji Indonesia agar turut membantu evakuasi jamaah yang bergelimpangan karena terkendala berbagai kendala fisik.

Dia mengatakan, P3JH tidak tumpang tindih dengan tim kesehatan karena justru memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi jemaah.

P3JH ini, lanjut Khoirizi, bukan tim kesehatan. Tim kesehatan adalah tim pelayanan umum berbasis kesehatan tidak punya fungsi untuk pertolongan pertama.

"Apa yang dilakukan P3JH ditindaklanjuti tim kesehatan untuk perawatan jemaah. Tidak ada overlapping kerja P3JH dengan tim kesehatan," tuturnya.

Soal tim konsultan ibadah, Khoirizi mengatakan, unit tersebut sebagai hal yang baru untuk pelayanan jemaah haji Indonesia.

Tim tersebut akan membantu jemaah yang membutuhkan konsultasi ibadah. 

Para konsultan itu jumlahnya belasan yang bisa ditemui jemaah di kantor daerah kerja. 

Mereka juga mendatangi pemondokan jemaah yang membutuhkan konsultasi.

"Jemaah butuh konsultasi, dia bisa berikan kepada jemaah," ujarnya.

Dia mengatakan, ada perbedaan tim konsultasi ibadah dengan pembimbing ibadah.

Pembimbing, kata dia, mengedukasi memberi pencerahan kepada jemaah dan mengoordinasi jemaah di kloter. 

Fungsi pembimbing merangkap edukasi pembinaan menggunakan kekuatan bimbingan.

Sementara konsultan ibadah, kata dia, terdiri dari kalangan kiai dan ahli agama. Jika ada persoalan agama yang tidak bisa dijawab pembimbing maka konsultan ibadah dapat menjawabnya.

Dia mencontohkan, konsultan ibadah dapat menjelaskan mengenai hukum agama termasuk persoalan kontemporer yang tidak bisa dijawab pembimbing.

"Konsultan ini untuk konsultasi ibadah yang tidak terjawab yang tidak bisa dilakukan pembimbing," imbuhnya.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)