logo rilis

Ini Daftar Tarif Impor AS untuk Cina
Kontributor

04 April 2018, 19:57 WIB
Ini Daftar Tarif Impor AS untuk Cina
ILUSTRASi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) pada Selasa (3/4/2018) menerbitkan usulan daftar barang-barang Cina yang dikenakan tarif tambahan 25 persen, di tengah-tengah penentangan kuat dari Cina dan kelompok bisnis Amerika Serikat (AS).

Daftar yang diusulkan, mencakup sekitar 1.300 produk yang diimpor dari Cina atau senilai US$50 miliar dari nilai perdagangan tahunan kedua negara. Barang-barang yang dikenakan impor tersebut, termasuk industri-industri seperti kedirgantaraan, teknologi informasi dan komunikasi, robotika, dan mesin, sebagaimana disampaikan USTR dalam sebuah pernyataan resminya.

Sementara itu, Cina menekankan bahwa pihaknya siap  mengambil langkah-langkah yang diperlukan, guna membela kepentingannya, sambil berharap dapat menangani sengketa perdagangan dengan AS melalui dialog dan konsultasi.

"Kami tidak menginginkan perang dagang, tetapi kami tidak takut. Jika seseorang bersikeras memulai perang dagang, kami akan berjuang sampai akhir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, Selasa (3/4) waktu setempat.

Di sisi lain, AS diminta untuk tetap rasional mendengarkan desakan dari komunitas-komunitas bisnis dan masyarakat umum, membuang unilateralisme dan proteksionisme perdagangan, mengatasi perselisihan melalui dialog dan konsultasi, serta bekerja dengan Negeri Tirai Bambu untuk mengembangkan perdagangan bilateral yang sehat dan menguntungkan kedua belah pihak, juru bicara mengatakan.

Daftar tarif yang diusulkan didasarkan pada penyelidikan dugaan praktek-praktek kekayaan intelektual dan transfer teknologi Cina yang diluncurkan pemerintahan Trump pada Agustus 2017. Sekarang, hal itu akan menjalani tinjauan lebih lanjut dalam pemberitahuan publik dan proses komentar, termasuk dengar pendapat, sebelum USTR mengeluarkan keputusan akhir pada produk-produk Cina yang dikenakan tarif tambahan, menurut Kantor USTR.

Kelompok bisnis dari Cina dan AS dalam beberapa pekan terakhir telah memperingatkan pemerintahan Trump, untuk tidak memajukan rencana tarifnya pada impor Cina, karena akan meningkatkan biaya untuk konsumen dan perusahaan AS, serta memiliki efek negatif pada pasar keuangan.

"Memaksakan pajak atas produk yang digunakan setiap hari oleh konsumen Amerika dan pencipta lapangan kerja bukanlah cara untuk mengatasi masalah perdagangan antara AS dan Cina," ungkap Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Urusan Internasional Kamar Dagang AS Myron Brilliant dalam sebuah pernyataan.

"Kamar dagang AS ingin bekerja sama dengan pemerintah selama periode komentar untuk membuat suara komunitas bisnis terdengar pada hubungan ekonomi AS-Cina," ujarnya Brilliant.

Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan, bahwa ia akan melalui periode komentar 60 hari setelah pemerintah merilis daftar tarif yang diusulkan, dan "ada harapan" bahwa pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina dapat mengarah pada hasil yang bermanfaat. Sementara AS dan Cina memiliki dua sistem ekonomi yang "sangat berbeda", "sangat mungkin" bahwa hubungan perdagangan AS-Cina dapat berakhir di "tempat yang baik" setelah mengatasi "serangkaian kesulitan" selama bertahun-tahun, kata Lighthizer dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)