logo rilis
Ini Cerita Empat Capaja TNI-Polri 2019 Peraih Adhi Makayasa
Kontributor
Zulyahmin
11 Juli 2019, 14:30 WIB
Ini Cerita Empat Capaja TNI-Polri 2019 Peraih Adhi Makayasa
FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo akan mengambil sumpah Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan pelantikan perwira Polri kepada  781 orang calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri 2019 di Istana Merdeka pada Selasa (16/7/2019). 

Dalam pelantikan itu, ada empat orang Capaja dari TNI-Polri yang meraih lulusan terbaik atau Adhi Makayasa di akademi yakni Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Akademi Angkatan Laut (AAL). 

Peraih Adhi Makayasa dari Akpol adalah
Muhammad Idris yang berasal dari Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Pria kelahiran Mudik Lawe 8 Juli 1996 itu merupakan anak seorang petani yang bernama Dasrial. 

Idris mengaku, kedua orang tuanya sangat bangga dan bersyukur dengan prestasi yang diraihnya tersebut. Orang tuanya pun memberikan pesan agar dirinya menjadi perwira polisi yang baik. 

"Beliau hanya menyampaikan jadilah polisi yang baik, polisi yang diharapkan oleh agama bangsa dan negara," kata Idris saat diwawancarai di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (11/7/2019). 

Idris dalam kesempatan itu juga membantah adanya anggapan bahwa masuk Akpol harus menggunakan dana yang besar dan jaringan yang kuat. Pasalnya, ujar Idris, dirinya sama sekali tidak mengeluarkan uang selama belajar di akademi tersebut. 

"Kalau misalnya saya dimintai uang untuk masuk Akpol, saya harus bayar dengan apa," ujarnya. 

Adapun dari AAU, peraih Adhi Makayasa adalah M Ihza Nurrabanni dari korpsTeknik. Pria kelahiran Sleman, 26 Agustus 1996 itu merupakan putra seorang PNS guru yang bernama Sukijo.

Ihza yang berasal dari Sewon Bantul, Yogyakarta itu juga mengungkapkan rasa bangga dan bersyukurnya kedua orang tuanya atas prestasi tersebut. Menurut dia, kedua orang tuanya tidak menyangka bila dirinya bakal meraih prestasi yang terbaik di akademi tersebut. 

"Mereka berpesan agar saya menjadi perwira yang amanah tak boleh sombong semena-mena dan tetap rendah hati," tuturnya. 

Ihza mengatakan, menjadi perwira TNI AU adalah cita-citanya sejak kecil. Dirinya pun bersyukur bisa lulus dari AAU dengan prestasi yang terbaik. 

Kemudian dari AAL, peraih Adhi Makayasa adalah Ariz Pama Yudhaprawira dari korps pelaut. Ariz yang lahir di Jakarta, 30 Juli 1997 itu merupakan putra dari seorang prajurit TNI AL bernama Sumarto. 

Meski putra prajurit TNI AL, namun Ariz menegaskan tidak pernah meminta tolong kepada kedua orang tuanya untuk dimasukkan di AAL.

"Seperti yang dibilang di awal tadi, di sini (AAL) tanpa ada biaya apapun tanpa minta tolong orang tua. Jadi, saya dengan usaha saya sendiri," tegasnya. 

Sementara itu, peraih Adhi Makayasa dari Akmil adalah Fajar M Al Farouk dari Korps Penerbang Angkatan Darat. Pria kelahiran Bondowoso, 12 September 1996 itu merupakan putra dari seorang purnawirawan TNI AD bernama Kasiyadi. 

Dalam pembekalan Capaja TNI-Polri 2019, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, meminta kepada para Capaja TNI-Polri untuk mulai memiliki visi jauh ke depan. Hal itu, menurutnya, sebagai panduan dalam menjalani tugas-tugas dengan baik. 
 
"Ini kalian sendiri yang tahu. Jalani rute yang akan kalian pilih. Percayalah pada proses. Kalian harus yakin dengan bekal yang kalian dapat selama empat tahun di akademi. Kalian sudah dibekali untuk menjadi perwira TNI maupun perwira Polri. Kalian harus selalu dalam koridor aturan. Semua harus bercita-cita untuk menjadi yang tetinggi. Kalian semua harus sukses," ujarnya. 

Selain Danjen Akademi, pembekalan juga disampaikan oleh Kalemdiklatpol Komisaris Jendral Polisi Arief Sulistyanto.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID