logo rilis

Ini Catatan Ombudsman soal Pelibatan TNI di RUU Terorisme
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
15 Mei 2018, 15:04 WIB
Ini Catatan Ombudsman soal Pelibatan TNI di RUU Terorisme
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Adrianus Meliala, menyatakan revisi Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme harus diperjelas titik tekannya.

"Jadi menurut saya, oke kita satu pihak senang dengan keinginan semua pihak untuk mempercepat revisi ini, tetapi jangan kemudian lalu titik tekannya lain. Titik tekannya adalah tadi pada soal penggunaan kewenangan baru, bukan pada pelibatan TNI," kata Adrianus pada Selasa (15/5/2018).

Ia merasa khawatir jika pelibatan TNI nantinya akan mengundang masalah baru. Karena, RUU ini definisinya adalah tindak pidana, sehingga dinilai tak perlu pakai pendekatan militer.

Karena itu, kata dia, harus diperjelas pelibatan TNI di dalam RUU Tindak Pidana Terorisme tersebut.

"Makanya mesti clear pelibatan tetapi dalam hal apa, rambu-rambunya apa, sampai batas mana atau dalam bahasa teknis rules of engagement-nya harus beres bukan ujug-ujug, pelibatan," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendesak kepada DPR RI dan sejumlah kementerian terkait untuk segera menyelesaikan RUU Tindak Pidana Terorisme.

Menurut Presiden, DPR RI dapat menyelesaikan RUU tersebut pada sidang mendatang, yaitu 18 Mei 2018.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)