logo rilis
Ini Cara Kemenpar Gaet Wisman di Cina International Travel Mart 2018
Kontributor
Elvi R
19 November 2018, 13:47 WIB
Ini Cara Kemenpar Gaet Wisman di Cina International Travel Mart 2018
FOTO: Humas Kementerian Pariwisata

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memberi perhatian besar kepada wisatawan mancanegara (wisman) asal Cina yang jumlahnya sekira 150 juta. Salah satunya dengan kembali berpartisipasi di Cina International Travel Mart (CITM) 2018 yang digelar di Shanghai New International Expo Center (SNIEC) pada 16-18 November 2018.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam kesempatan itu berkunjung dan bertemu dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Cina, Yu Qun di pavilion Wonderful Indonesia Hal E-5, SNIEC, Shanghai.

Dalam pertemuan tersebut, Yu Qun mengapresiasi kehadiran Wonderful Indonesia di CITM dan terus mendorong masyarakatnya untuk berwisata ke Indonesia.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, wisman Cina sangat sensitif terhadap isu yang ada di suatu negara. Mereka yang hadir dalam jumlah besar juga sangat patuh terhadap apa yang dikeluarkan oleh pemerintahnya.

Menpar Arief Yahya mencontohkan pada peristiwa erupsi Gunung Agung di Bali. Untuk mencabut travel advice ke Bali saat erupsi itu, pihaknya merasa kesulitan untuk meyakinkan wisman Cina bahwa Pulau Dewata tersebut sudah aman.

"Saya terbang ke Beijing untuk melobi dan menjelaskan ke media di sana bahwa Bali aman. Mengumpulkan sekitar 400-an pelaku industri pariwisata Cina, tour agent, tour operator, business gathering, untuk kembali menjual paket wisata ke Bali, sampai-sampai dalam satu hari ada sembilan meeting,” ujar Menpar Arief melalui siaran persnya kepada rilis.id, Senin (19/11/2018).

Menpar Arief Yahya juga berusaha meyakinkan Cina National Tourism Administration CNTA bahwa Bali aman.

"Saat itu, saya langsung terbang dari Beijing ke Kunming, lanjut ke Chiang Mai, dan merancang pertemuan khusus dengan CNTA di sela-sela ATF 2018, pertemuan antar-menteri Pariwisata se ASEAN. Saya masih ingat, di situlah bertemu Mr Du Jiang, Vice Chairman of CNTA, tanggal 25 Januari 2018,” katanya. 

Terkait polemik “zero dollar tour” Cina yang sedang hangat di Bali, menurut dia, hal Ini merupakan tindak lanjut dari surat Gubernur Bali Wayan Koster, soal penertiban usaha pariwisata, kepada bupati dan walikota se-Provinsi Bali.

Tiga poin isi surat yang ditandangani Gubernur Bali itu secara normatif cukup fair, yakni penertiban terhadap usaha akomodasi, usaha perjalanan wisata dan perdagangan yang tidak sehat dan melanggar peraturan perundang-udangan.

“Saya kira jawaban Wakil Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Cina tadi sudah implisit, bahwa pemerintah Cina cukup akomodatif. Wisman Cina itu sangat patuh dengan pemerintahnya," tegasnya.

Karena itu, Menpar Arief Yahya mengingatkan agar polemik soal tata niaga antar-sesama pelaku industri di Bali jangan berkepanjangan. Karena itu akan menjadi bola salju yang justru merusak ekosistem dan masa depan pariwisata Bali sendiri.

"Saya setuju, jika ada pelaku industri yang nakal, misalnya tidak berizin atau tidak legal, maka sudah sepantasnya harus ditertibkan. Tetapi yang sudah berizin, sudah beroperasi, sudah berinvestasi, tidak boleh diperlakukan semena-mena," tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID