logo rilis
Ini Cara Cina Sembuhkan Pasien Corona
Kontributor
Tari Oktaviani
20 Februari 2020, 12:34 WIB
Ini Cara Cina Sembuhkan Pasien Corona
Istimewa

RILIS.ID, Cina— Pemerintah Cina terus berupaya membasmi virus corona COVID-19. Langkah yang dilakukan utamanya yakni mengobati para pasien penderita virus corona. 

Pihak medis Cina pun menemukan setidaknya beberapa obat yang dapat membantu kurangi sakit yang diderita pasien corona. Diantaranya dengan menggunakan antibodi plasma. 

Perusahaan milik negara di bidang farmasi, Cina National Biotec Group, mengumumkan antibodi penetral virus ini membuat beberapa pasien sembuh dari corona.

Dilansir South China Morning Post, antibodi ini bisa membantu mengobati lebih dari 10 pasien dengan kondisi kritis dan mengurangi peradangan yang terjadi setelah diberikan selama 13-24 jam.

Ahli pernafasan Zhong Nanshan mengatakan, pengobatan antibodi plasma darah ini pernah digunakan oleh pasien flu burung juga flu babi dan hasilnya sembuh. 

"Pengobatan plasma ini terlihat menjanjikan. Itu praktik lama, efektif, dan aman, meskipun persediaannya mungkin sangat terbatas, kata Zhong.

Meski begitu, pasien dengan kondisi kesehatan kritis tidak akan diberikan pengobatan ini, karena adanya risiko terjadi komplikasi.

Di Guangdong, cara pengobatan ini pernah digunakan untuk menyembuhkan anak-anak yang menderita infeksi adenovirus parah yang menyebabkan gangguan pernafasan.

Adapun plasma antibodi didapatkan dari darah pasien penderita corona yang telah dinyatakan sembuh. Hal ini karena dalam darah mereka, ditemukan antibodi yang dapat menetralkan virus. 

Pemerintah setempat pun berharap agar lebih banyak masyarakat yang telah sembuh dari corona untuk mau mendonorkan darahnya.

Tak hanya itu saja, obat malaria juga digunakan untuk menyembuhkan virus corona. Meski begitu Zhong mengatakan penggunaan kloroquin fosfat, obat malaria perlu diteliti lebih lanjut.

Beberapa pasien corona yang diberikan obat tersebut memang pulih lebih cepat. Dari 128 pasien di Guangdong, 93 di antaranya telah mengalami peningkatan kondisi, 26 telah dinyatakan sembuh Senin (17/2/2020) siang.

"Sejumlah pasien yang menjalani observasi klinis dinyatakan bebas dari virus dalam waktu 15 hari. Gejala demam dan virus hilang sehari lebih cepat dibanding mereka yang tidak menggunakan obat tersebut," jelas Zhong.

 

 

 

Sumber: kompas.com




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID