logo rilis

Ini Bahaya Sifat Populisme bagi Politik Indonesia
Kontributor
Tio Pirnando
15 Maret 2018, 01:00 WIB
Ini Bahaya Sifat Populisme bagi Politik Indonesia
(Romo Franz Magnis Suseno di Akbar Tandjung Institute. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando).

RILIS.ID, Jakarta— Rohaniawan Romo Franz Magnis Suseno menilai, populisme sangat berbahaya jika dipakai dalam dunia politik. Karena populisme lebih berfokus pada ungkapan identitas yang bersifat negatif. Apalagi, populisme juga bersifat memecah belah ketimbang mempersatu.

"Jadi populisme itu cukup berbahaya. Bahaya populisme bagi masyarakat majemuk karena pada dasarnya mereka lebih bersikap memusuhi siapa saja yang dianggap berbeda," ujarnya dalam Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB) dengan materi Etika Politik digelar oleh Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu malam (14/4/2018).

Guru Besar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini menjelaskan, populisme itu sangat berbeda dengan Radikalisme. Radikalisme, kata dia, lebih bersifat ideologis. Artinya, mereka memperjuangkan sesuatu berdasarkan keyakinan. 

Jika populisme ini dibiarkan, tegas Romo Magnis, tidak menutup kemungkinan akan mengancam keutuhan bangsa.

Sementara untuk Indonesia, Romo Magnis meyakini tidak akan terjadi apa yang dinamakan populisme itu. Karena, dengan adanya sumpah pemuda dan reformasi penyelesaian masalah di Tanah Air ini selalu didiskusikan.

"Indonesia ini tidak ada populisme politik itu. Karena kita kan semuanya didiskusikan setiap ada masalah. Apalagi dengan adanya reformasi kita telah mencapai kebebesan berpendapat. Beda dengan Amerika masa Trump dan Jerman masa Hitler dulu. Sangat jelas populismenya," tukas dia.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)