logo rilis
Ini Alasan Warga Sintang Tolak Pemekaran Kapuas Raya
Kontributor
Kurniati
29 April 2018, 21:20 WIB
Ini Alasan Warga Sintang Tolak Pemekaran Kapuas Raya
Cagub Kalbar, Karolin ketika pertemuan bersama masyarakat. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Sintang— Selain terhambat regulasi dan kebijakan pemerintah pusat, rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR), juga mendapat penolakan sebagai besar masyarakat di wilayah timur provinsi Kalbar. 

Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, masyarakat menilai jika pemekaran daerah hanya akan membagi kekuasaan di kalangan elit politik saja.

“Pemekaran daerah hanya ingin berbagi daerah kekuasaan saja. Bohong jika ingin mempersatukan Kalbar dengan mendukung pemekaran daerah, itu namanya membagi-bagi daerah, jadi kita harus tetap kompak, solid. Tidak usah percaya dengan isu pemekaran daerah,” tegas Abdinus Arap, tokoh pemuda asal Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Minggu (29/4/2018) saat berdialog dengan calon gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa.  

Arap menjelaskan, membangun daerah seperti Kalbar dibutuhkan komitmen, kebersamaan serta perjuangan dari semua elemen masyarakat. 

Karena itu, katanya, jika pemekaran daerah terjadi, maka akan lebih sulit lagi bagi daerah di wilayah timur seperti Kabupaten Sintang, untuk memajukan daerahnya. 

“Kita semua jangan mau diombang-ambingkan oleh isu pemekaran daerah itu. Karena justru akan membuat kita semakin sulit mendapat anggaran pembangunan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, warga Kabupaten Sintang lainnya, Robertus Jani menilai, isu pemakaran provinsi Kapuas Raya hanya dilontarkan oleh elit politik yang kurang paham dengan kondisi daerahnya sendiri.

“Itukan sudah jelas, beberapa hari lalu saya dengar pernyataan penjabat gubernur Kalbar yang menegaskan, jika pemerintah pusat tidak akan merealisasikan pemekaran daerah. Bingung saya kalo ada calon gubernur yang masih ngotot memekarkan daerah, tidak sejalan dengan pemerintah pusat lah kalo gitu,” paparnya.

Calon gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa mengapresiasi masukan dan pemahaman warga tentang isu politik yang bergulir di Pilkada kali ini. 

Karolin menilai, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas. Sehingga, sebagai satu-satunya calon gubernur dari kaum perempuan, Karolin menyatakan jika dirinya bersama calon wakil gubernur Kalbar Suryadman Gidot, hanya akan berjuang memenangkan Pilkada dengan program yang masuk akal dan dibutuhkan warga Kalbar.

“Saya sangat bangga dengan masyarakat di Kabupaten Sintang, pintar dan cerdas dalam mencermati isu politik. Sebagai calon gubernur, saya hanya bisa mengatakan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan dan infrasrtuktur itulah yang perlu setiap tahun kita tingkatkan. Saya punya modal yang cukup untuk membangun Kalbar hebat, dengan dukungan pemerintah pusat di bawah komando presiden Joko Widodo,” pungkas Karolin.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)