logo rilis
Ini Alasan Ganjar Pranowo dan Aziz Syamsudin Mangkir dari Panggilan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
05 Juni 2018, 10:43 WIB
Ini Alasan Ganjar Pranowo dan Aziz Syamsudin Mangkir dari Panggilan KPK
Ganjar Pranowo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan perkara e-KTP. Hari ini, sebenarnya penyidik menjadwalkan pemeriksaan kepada politisi PDIP Ganjar Pranowo dan politisi Golkar Aziz Syamsudin. Namun keduanya mangkir dari panggilan KPK itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keduanya memiliki alasan masing-masing sehingga tak penuhi panggilan penyidik. Calon Gubernur  Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak hadir karena sibuk dengan Pilkada Jawa Tengah.

"Ganjar Pranowo pada pokoknya menyampaikan tidak dapat hadir dan meminta penjadwalan ulang dengan pertimbangan sedang mempersiapkan pencalonan sebagai kepala daerah," kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa (5/6/2018).

Ganjar yang merupakan mantan pimpinan Komisi II DPR dari Fraksi PDIP itu sedianya akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. 

Selain Ganjar, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa politikus Partai Golkar, Aziz Syamsuddin. Namun, Aziz mengaku sedang mengikuti kegiatan partai di Lampung.

"Aziz Syamsudin menyampaikan ada kegiatan partai di Lampung di hari Selasa dan rapat dengan Menko di hari Kamis. Sehingga meminta penjadwalan kembali di tanggal 6 Juni 2018," paparnya. 

Sama hal-nya seperti Ganjar, Aziz akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. 

Tak hanya Ganjar dan Aziz Syamsuddin, untuk mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa sejumlah anggota DPR lainnya. Namun, Febri masih belum membuka siapa saja yang bakal diperiksa tim penyidik. 

"Selain itu, sejumlah saksi lain dari anggota DPR juga diagendakan hari ini," tuturnya. 

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)