Home » Ragam

Ini Alasan Cinta Pertama 'Mustahil' Dilupakan

print this page Jumat, 12/1/2018 | 19:12

ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ada pepatah mengatakan, tak ada yang lebih hebat dari cinta pertama. Bahkan, untuk melupakannya adalah sesuatu yang mustahil.

Pengalaman jatuh cinta untuk pertama kalinya, baik itu berakhir bahagia atau duka, pasti sulit dilupakan. Hal itulah yang terungkap ketika seorang pengguna situs tanya dan jawab Quora mengajukan pertanyaan "mengapa sulit melupakan cinta pertama?" seperti dilansir The Times of India.

Berikut jawaban yang didapat Quora tentang alasan cinta pertama sulit dilupakan:

Tak ada alasan spesifik

"Tidak ada alasan khusus mengapa cinta pertama begitu kuat, karena ini amat perharga. Penuh dengan emosi dan gairah yang intens yang Anda pikir akan berlangsung selamanya, itu mungkin menjadi alasan mengapa banyak orang mengatakan cinta pertama sulit dilupakan. Namun, itu masuk akal karena ini pertama kalinya Anda benar-benar mencintai dan merasa dicintai oleh orang di luar keluarga Anda. Bahkan saat hubungan itu berakhir, ia tetap menjadi bagian besar dari diri Anda," tulis Dushyant Vaghela.

Menjadi pelajaran

Menurut Niharika Tiwari, pertama kali seseorang jatuh cinta, entah bagaimana, hal itu membuat mereka percaya bahwa dunia adalah tempat yang sempurna. Karenanya, mereka tidak bisa melupakannya.

Hanya perlu move on

Sementara, Gwen Sawchuk mengatakan, Anda tak perlu melupakan cinta pertama, melainkan hanya perlu belajar dan terus maju. Dengan begitu, Anda tidak akan terlalu terganggu. Ingat dan hargai, tapi ingatlah secara akurat. Pahami mengapa Anda putus, apa yang akan Anda lakukan dan tidak dilakukan lagi.

Dari sudut psikologis dan ilmiah

"Secara psikologis, momen yang tak didahului oleh peristiwa sama, namun meningkatkan kemungkinan serupa secara berturut-turut karena keakraban, memiliki peluang besar melekat di ingatan kita. Secara ilmiah, cinta pertama bertepatan dengan lonjakan hormon, sementara karakteristik seksual sekunder kita sedang dikembangkan," komentar Vidushi Rastogi.

Penulis Ning Triasih

Tags:

cinta pertamacintaloverelationship