logo rilis
Ingin Bernostalgia Tempo Dulu di Kota Malang? Ini Tempatnya
Kontributor
Ning Triasih
17 April 2018, 13:02 WIB
Ingin Bernostalgia Tempo Dulu di Kota Malang? Ini Tempatnya
FOTO: Wisatania

RILIS.ID, Jakarta— Malang merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang menawarkan suasana untuk bernostalgia. Tidak kalah dengan kota-kota tujuan wisata lainnya di Indonesia, Malang menyuguhkan beragam bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang sayang untuk dilewatkan. 

Jika Anda ingin menikmati suasana tempo doeloe di tengah hiruk pikuknya kehidupan modern di Malang, ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Tempat-tempat ini mencakup restoran dan bangunan cagar budaya. Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Museum Malang Tempo Doeloe

Berlokasi di Jalan Gajahmada, Museum Malang Tempo Doeloe akan mengajak Anda menelusuri perkembangan kota Malang. Museum yang berada tak jauh dari Balai Kota Malang ini menyimpan berbagai koleksi menarik, terutama barang-barang dari zaman kolonial Belanda seperti pesawat telepon dan buku-buku antik. 

Di museum ini, Anda bisa menonton film dokumenter mengenai sejarah kota Malang di ruang kaleidoskop. Selain itu, bagi para doyan mengunggah foto di media sosial, desain interior dan koleksi lukisan yang dihadirkan layak untuk dipajang. 

2. Gereja Ijen

Salah satu bangunan peninggalan Belanda ini sayang untuk dilewatkan saat di Malang. Bertempat di Jalan Guntur Nomor 2, bangunan dengan nama resmi Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel ini tampil cantik dengan balutan gaya arsitektur neo-gothic. 

Gereja yang dibangun pada tahun 1934 ini merupakan salah satu landmark kota Malang. Interiornya tampak megah dengan langit-langit yang tinggi dan mural perjalanan Yesus. Di seberang kompleks gereja, Anda bisa melihat dua buah patung yang menceritakan perjuangan heroik tentara pelajar Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda 1.

3. Toko Oen

Bagi Anda yang ingin menikmati hidangan dan sajian penutup yang lezat dengan atmosfer nostalgic yang kental, Toko Oen jadi pilihan tepat. Bangunan bergaya kolonial Belanda ini sebenarnya merupakan sebuah restoran dan patisserie yang menawarkan sajian Indo-Belanda, roti, kue kering dan jajanan pasar. 

Salah satu sajian yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berkunjung ke restoran yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Nomor 5 ini adalah menu es krim. Beragam pilihan es krim homemade hadir untuk memanjakan lidah Anda. Sambil menghabiskan sajian es krim, Anda bisa bersantai dan mengobrol bersama teman-teman dalam suasana penuh nostalgia. 

Penasaran dengan kelezatan es krim di Toko Oen? Segera cari tiket pesawat ke Malang dan rencanakan liburan Anda. Dengan layanan Airy Tiket Pesawat, Anda bisa mendapatkan tiket perjalanan ke kota tujuan wisata, tentunya dengan biaya yang lebih terjangkau!

4. Kelenteng Eng An Kiong

Bertempat di Jalan RE Martadinata Nomor 1, Kelenteng Eng An Kiong merupakan kelenteng tertua di kota Malang. Pembangunan kelenteng ini diprakarsai oleh Letnan Kwee Sam Hway dan dimulai pada tahun 1825. Lokasinya berada tak jauh dari Pasar Besar Malang. 

Kelenteng Eng An Kiong adalah kelenteng Tri Dharma yang diperuntukkan untuk umat tiga agama, yaitu Buddha, Tao dan Konghucu. Ketika masuk ke dalam kelenteng, Anda bisa melihat altar Dewi Kwan Im yang sangat megah. 

Selain itu, terdapat sebuah kolam ikan di bagian tengah bangunan yang membangun suasana damai. 

5. Museum Zoologi Frater Vianney

Terletak di Jalan Raya Karangwidoro Nomor 7, Kabupaten Malang, museum ini merupakan peninggalan seorang biarawan Belanda yang dikenal dengan panggilan Frater Vianney. Museum ini berada di kompleks yang sama dengan Kantor Pusat Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata. 

Museum Zoologi Frater Vianney menyimpan ratusan spesimen kerang-kerangan. Koleksi-koleksi ini sudah diklasifikasi secara lengkap. Selain itu, museum ini juga menjadi rumah bagi puluhan jenis ular, baik yang sudah diawetkan maupun yang masih hidup. 

Terlepas dari perkembangan zaman, pesona bangunan-bangunan ini tak akan lekang oleh waktu. Ketika berlibur di Malang, sempatkan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut. Namun, pastikan Anda sudah memesan tiket pesawat Lion Air murah ke Malang. Yuk pergi bernostalgia di Malang! 


500
komentar (0)