logo rilis
Infrastruktur Jokowi Ambrol, Sikap Polisi Dikritisi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 April 2018, 16:40 WIB
Infrastruktur Jokowi Ambrol, Sikap Polisi Dikritisi
Crane proyek pembangunan kontruksi jalur rel dwi ganda atau double double track (DDT) di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, roboh pada Minggu (4/2/2018) pagi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan sikap kepolisian, lantaran tak bertindak atas banyaknya proyek infrastruktur yang ambrol. Hal itu dikhawatirkan membuat kejadian tersebut akan terus berulang. 

"IPW berharap polisi bekerja cepat dan serius menuntaskan kasus ambruknya 16 proyek infrastruktur Jokowi ini. Sehingga, kasusnya bisa terungkap di pengadilan, apakah ada sabotase atau hanya faktor kelalaian," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, via siaran pers kepada rilis.id di Jakarta, Rabu (18/4/2018). 

Dengan penuntasan kasus ambrolnya infrastruktur, dia meyakini, bakal menimbulkan efek jera bila memang ada pelakunya. Semua pihak pun bakal lebih berhati-hati dalam menangani proyek pemerintahan.

Berdasarkan data IPW, terang Neta, sedikitnya 11 orang tewas dan 22 lainnya luka-luka akibat ambruknya 16 infrastruktur sejak Agustus 2017-April 2018. Ironisnya, polisi terkesan kurang serius menangani kasus tersebut. 

"Terbukti, hingga kini belum ada satu pun dari 16 kasus ambruknya infrastruktur Jokowi itu yang dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi hanya selalu mengatakan, sedang melakukan pendalaman, meski sudah menetapkan sejumlah tersangka," pungkasnya.

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)