logo rilis
Indonesia-Norwegia Sepakat Tingkatan Perdagangan dan Investasi
Kontributor
Elvi R
28 Oktober 2018, 14:00 WIB
Indonesia-Norwegia Sepakat Tingkatan Perdagangan dan Investasi
FOTO: Humas Kemenlu

RILIS.ID, Nusa Dua— Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Marie Eriksen Soreide. Pertemuan keduanya dilakukan untuk membahas optimalisasi sejumlah kerja sama berbagai bidang. Salah satunya kesepakatan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negera.

"Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan mengintensifkan kerja sama di area itu untuk pemanfaatan potensi besar yang belum tersentuh," kata Retno setelah mengadakan pertemuan komisi bersama di Nusa Dua, Bali, Minggu (28/10/2018).

Menurut Retno, pihaknya menyambut perkembangan positif dari negosiasi antara Indonesia dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) dan Perjanjian Perdagangan Bebas Eropa Tengah (CEFTA).

Indonesia berkomitmen mempercepat hasil akhir dari negosiasi itu. Di samping itu, menyakini kesepakatan antara Indonesia, EFTA dan CEFTA akan membawa kesempatan besar yang baru untuk kerja sama perdagangan dan investasi. Pertemuan komisi bersama itu juga fokus dalam lingkungan dan kehutanan, energi khususnya terbarukan, kelautan dan perikanan. Untuk lingkungan dan kehutanan, program kemitraan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) yang dilakukan Indonesia dan Norwegia telah menjadi model dalam menangani deforestasi yang berkontribusi untuk memitigasi perubahan iklim. Selain itu, memastikan berkontribusi dalam karbon rendah, ramah lingkungan dan tata kelola ekonomi yang berkelanjutan.

"Kami berbagi pandangan terkait kebutuhan untuk memperkuat lebih lanjut aristektur dari program REDD Plus," ucapnya.

Kedua negara juga juga berdiskusi tentang pengembangan penanggulangan sampah untuk memperkuat kerja sama dalam energi dan energi terbarukan. Di mana pembahasannya akan dioptimalkan dalam Forum Bisnis Energi Indonesia-Norwegia 2019.

Kerja sama kelautan dan perikanan juga menjadi topik penting yang dibahas dalam pertemuan komisi bersama itu. Khususnya, dalam memerangi penangkapan ikan secara ilegal dan membangun ekonomi maritim berkelanjutan.

Terkait dengan itu, kedua negara, lanjut Retno, akan menandatangani letter of intent dalam kerja sama kelautan dan perikanan yang akan dilaksanakan di sela-sela Konferensi Our Ocean di Nusa Dua, 29-30 Oktober 2018.

Selain membahas kerja sama bilateral tersebut, dalam kesempatan itu, kedua menlu juga mengadakan dialog terkait hak asasi manusia ke-13 yang sudah dilaksanakan sejak 2002. 

"Fokus dalam forum dialog HAM ini terkait dalam hak anak, demokrasi dan toleransi," ungkap Retno.

Beberapa isu lain pun dibahas baik regional dan global, di antaranya perkembangan di Timur Tengah, kerja sama ASEAN dan Norwegia serta kerja sama penanggulangan terorisme. Retno dan Soreide menandatangani pernyataan bersama terkait pengembangan kerja sama selatan-selatan dan triangular.

Kerja sama itu untuk membantu meningkatkan kapasitas Indonesia mengembangkan program triangular dan selatan-selatan yang akan berlangsung hingga 2019. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID