logo rilis
Indonesia Masuk Resesi, Demokrat: Perlu Kebijakan Kongkrit, Tidak Pragmatis
Kontributor
Nailin In Saroh
23 September 2020, 14:50 WIB
Indonesia Masuk Resesi, Demokrat: Perlu Kebijakan Kongkrit, Tidak Pragmatis
Anggota Komisi V DPR Fraksi Demokrat, Irwan. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta — Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Irwan menilai Pemerintah perlu mengambil solusi kongkrit bukan hanya pragmatis seiring Indonesia yang kini resmi memasuki resesi. Menurutnya, Indonesia saat ini mengalami dua krisis kembar yakni ekonomi dan pandemi. Di mana pandemi menjadikan ekonomi Indonesia semakin parah bahkan resesi.

Irwan juga menilai, faktor utama yang sebabkan resesi yakni kinerja pemerintahan Jokowi yang lamban dan salah kebijakan dalam menangani pandemi.

“Pemerintah gagal responsif dan adaptif dalam menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi. Padahal solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri pandemi. Apabila pandemi berakhir resesi pun akan usai,” ujar Irwan dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/8/2020).

Selain itu, sambung pria akrab disapa Irwan Fecho ini resesi saat ini disebabkan adanya masalah sistemik. Anggota Komisi V DPR ini pun menegaskan apapun dalih pemerintah, kondisi ini sangat memprihatinkan, padahal di saat pandemi, pemerintah memiliki ruang yang besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan berbagai skema dan regulasi.

“Dalam regulasi terkait penanganan pandemi, pemerintah memiliki kewenangan besar untuk mengelola keuangan negara selonggar-longgarnya tanpa potensi pidana. Pemerintah juga sudah menggelontorkan dana besar untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN),” jelas Legislator asal Kaltim ini.

Irwan pun melanjutkan, solusi lainnya yakni peningkatan konsumsi masyarakat harus dilakukan secara terus menerus. Dimana, sambungnya, daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah resesi.

“Program-program padat karya tunai serta bantuan langsung tunai bisa untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga tentunya secara konsisten dan massif program padat karya harus terus digalakkan,” tutup Wasekjen Demokrat ini.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut perekonomian Indonesia akan masuk ke teritori negatif pada kuartal tiga, sementara kuartal empat memiliki potensi yang sama.

Sehingga, sambung Sri Mulyani Indonesia dipastikan masuk ke jurang resesi akibat pandemi COVID-19.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID