logo rilis
Indonesia Kecam Keras Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem
Kontributor
Syahrain F.
15 Mei 2018, 16:32 WIB
Indonesia Kecam Keras Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem
Menlu Retno Marsudi, tampak mengenakan syal Palestina, memberi keterangan pers kepada wartawan, di Tangerang, sehari setelah pernyataan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, 7 Desember 2017. FOTO: RILIS.ID/Syahrain F.

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Indonesia mengecam keras kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang membuka Kedutaan Besarnya di Yerusalem.

Tanggapan pemerintah Indonesia terhadap pembukaan Kedubes AS di Yerusalem itu disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Pemerintah Indonesia memandang langkah AS telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, serta mengancam proses perdamaian Israel-Palestina dan bahkan perdamaian itu sendiri.

Untuk itu, pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas terkait kebijakan AS tersebut.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat.

"Pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya," demikian pernyataan pers Kementerian Luar Negeri RI.

Sebelumnya, Pemimpin Israel dan perutusan AS, termasuk Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan putri Presiden Donald Trump serta menantu laki-lakinya, Ivanka Trump dan Jared Kushner, menghadiri acara pembukaan gedung kedutaan baru AS di Yerusalem pada Senin (14/5).

Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem itu bertepatan dengan peringatan 70 tahun diresikannya penjajahan di atas Palestina--atau yang disebut rakyat Palestina sebagai "Hari Nakba" atau malapetaka.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)