logo rilis

Indonesia: Kajian Nasional dan Lengkap diperlukan dalam Resolusi Traktat SDGTPP
Kontributor
Elvi R
17 November 2019, 09:17 WIB
Indonesia: Kajian Nasional dan Lengkap diperlukan dalam Resolusi Traktat SDGTPP
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Pada hari terakhir sesi Plenary Governing Body ke-8 ITPGRFA, Indonesia menyampaikan statement mengenai perlunya kajian lebih lengkap sebelum mengeluarkan resolusi Standard Material Transfer Agreement (SMTA). 

Pertemuan Governing Body yang dipimpin oleh Christine Dawson dari USA, belum berhasil untuk menemukan win-win solution atas konsep implementasi sistem multilateral dan benefit sharing, pemanfaatan sumber daya genetik untuk pangan dan pertanian. 

Sebagaimana juga disampaikan oleh negara anggota lainnya. Kajian tersebut dibutuhkan untuk melengkapi keuntungan dan kerugian terkait dengan penerapan SMTA tersebut. 

Dr. Puji Lestari dalam statementnya menyampaikan, versi draft atas SMTA merupakan hasil kerja keras semua pihak selama enam tahun terakhir. 

Isu penting bagi Indonesia terkait dengan perluasan Annex 1 yang akan berdampak pada benefit sharing yang belum terlihat bagi seluruh negara peratifikasi Traktat. Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan kajian secara nasional dalam aspek legal, scientific, dan juga aspek ekonominya.

"Capaian kelompok kerja enhancing MLS juga dipandang perlu untuk disampaikan dalam dua tahun ke depan, pada pelaksanaan GB ke 9, 2021, di India," jelasnya lagi.

Duta Besar RI di Roma selaku Wakil Ketua Group Regional G77, Esti Andayani mengingatkan perlunya kajian dan sosialisasi penyusunan kebijakan yang dapat mendukung implementasi pelaksanaannya secara matang.

"Dan betul-betul memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani kecil," katanya.

Pertemuan GB ke-8 ITPGRFA dilaksanakan pada tanggal 11-16 November 2019, di kantor pusat FAO. Selain perwakilan dari Balitbangtan Kementan, pertemuan dihadiri pula oleh Atase Pertanian KBRI Roma. 

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry dalam kesempatan lain menyampaikan bahwa SDG Indonesia yang kaya dan beranekaragam ini harus dapat dimanfaatkan secara besar pula oleh Indonesia.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID