logo rilis
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Ini Harapan Parlemen
Kontributor
Zul Sikumbang
09 Juni 2018, 19:44 WIB
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Ini Harapan Parlemen
Anggota Komisi I DPR RI, Arwani Thomafi. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI, Arwani Thomafi, menyambut positif terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Diharapkan Indonesia aktif merumuskan resolusi-resolusi. 

"Di samping itu, posisi Indonesia yang akan menjadi Presiden DK PBB selama satu bulan untuk memimpin DK PBB," ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk keempat kalinya. Sebelumnya, pada 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun berharap, Indonesia menyuarakan isu-isu kemanusiaan yang disoroti publik. Misalnya, kemerdekaan Palestina, etnis minoritas Rohingya, isu keadilan bagi negara-negara berkembang, serta masalah lingkungan bervisi pembangunan berkelanjutan. 

"Harus membawa misi spirit konstitusi, yakni mendorong ketertiban dunia serta tata kelola dunia yang bervisi keadilan, kemanusiaan, dan kesetaraan," jelasnya.

Posisi Indonesia sebagai negara terbesar berpenduduk muslim di dunia, harus dijadikan sebagai nilai strategis untuk menyuarakan Islam yang damai, moderat, dan menyuarakan kepentingan negara-negara Islam," imbuh Arwani.

Hal senada diutarakan Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. Katanya, Indonesia harus mendorong tercapainya perdamaian dunia dan pembebasan tanah Palestina dari penjajahan Israel.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kemudian mendorong Indonesia mengusulkan pembentukan tim investigasi internasional terkait pembantaian zionis Israel terhadap warga Gaza. "Dan tentu mendorong, agar Palestina merdeka segera dapat terwujud. Sehingga, perdamaian dunia dan kawasan tercipta," tutup Kharis.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)