logo rilis
Indonesia Dorong Kerja Sama Ekonomi dengan Ethiopia
Kontributor
Elvi R
09 Agustus 2018, 16:11 WIB
Indonesia Dorong Kerja Sama Ekonomi dengan Ethiopia
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Addis Ababa— Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Ethiopia dalam upaya membidik pasar di Ethiopia dan Afrika bagi produk-produk Indonesia.

"Indonesia melihat Ethiopia sebagai pasar dan juga hubungan yang sangat penting bagi penetrasi produk dan jasa Indonesia ke Afrika," kata Wamenlu A.M. Fachir di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu RI saat bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Ethiopia, Aklilu Hailemechael di Kantor Kementerian Luar Negeri Ethiopia di Addis Ababa.

Dalam pertemuan tersebut, Wamenlu RI didampingi Dubes RI untuk Ethiopia, Direktur Afrika Kemenlu, serta membawa perwakilan dari BUMN, PT. WIKA dan Indonesia Eximbank.

Untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, Wamenlu RI mengusulkan pembentukan penelitian bersama mekanisme kerja sama perdagangan, ekonomi, investasi dan menjajaki pembahasan awal mengenai counter purchase.

Penelitian bersama diperlukan karena saat ini telah terdapat lima perusahaan Indonesia yang berinvestasi dan beroperasi di Ethiopia, yakni PT. Indofood, PT. Sinar Antjol, PT. Bukit Perak, Busana Apparel Group, dan PT. Sumber Bintang Rejeki.

Selain itu, penelitian bersama juga perlu melibatkan pihak Indonesia Eximbank guna dapat menyusun mekanisme transaksi perdagangan kedua negara, mengingat terdapat hambatan terbatasnya mata uang keras (hard currency) di Ethiopia.

Wamenlu RI juga mengusulkan skema perdagangan yang dapat memanfaatkan fasilitas kargo maskapai penerbangan Ethiopian Airlines, yang baru-baru ini membuka jalur penerbangan langsung Jakarta-Addis Ababa.

Gagasan tersebut disambut baik Wamenlu Ethiopia, dan kedua pihak menyepakati bahwa pembahasan awal penelitian bersama akan dimulai pada Oktober 2018 dengan memanfaatkan kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 dan melibatkan partisipasi pengusaha Ethiopia ke Indonesia.

Indonesia merupakan mitra dagang Ethiopia terbesar di kawasan ASEAN, dengan nilai perdagangan bilateral sebesar US$293,37 juta dolar pada 2017.

Ethiopia merupakan negara dengan pasar domestik yang luas, dengan jumlah penduduk terbesar ke-2 di Afrika Sub-Sahara, yakni mencapai 102 juta jiwa, dan memiliki pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia yang mendekati 10 persen pada 2017.

Selain itu, letak geografis yang strategis di persimpangan antara Afrika, Timur Tengah, Eropa dan Asia, membuat Ethiopia memiliki potensi besar bagi perdagangan Indonesia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)