logo rilis

Indonesia Diperkirakan Raih 15 Emas di Asian Games, Ini Cabornya
Kontributor
Yayat R Cipasang
22 Maret 2018, 02:18 WIB
Indonesia Diperkirakan Raih 15 Emas di Asian Games, Ini Cabornya
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia diperkirakan dapat masuk menjadi sepuluh besar dalam ajang Asian Games 2019 yang digelar di Jakarta, Palembang dan Bandung dengan membukukan 12 hingga 15 emas. 

Sikap optimistis itu disampaikan guru besar yang juga Koordinator Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta (UNJ)  James Tangkudung dalam perbincangan dengan rilis.id, Rabu (21/3/2018).

Dalam pesta olah raga se-Asia yang digelar mulai 18 Agustus 2018 tersebut, menurut James, Indonesia potensial masing-masing meraih dua emas di cabang bulutangkis, pencak silat, dan wushu. Sementara angkat besi, panahan, jet ski dan panjat tebing masing-masing diprediksi meraih satu emas. 

“Dua sampai tiga emas berikutnya diperkirakan akan diraih di cabang dayung, dan balap sepeda, yakni 1 sampai dua emas setiap cabang,” kata pengajar sport pshycometric tersebut. 

Menurut James, sesuai dengan data atlet Indonesia, perkembangan prestasi Asia, serta pemetaan tentang pertandingan Asian Games nanti, 12 emas tersebut sangat mungkin terwujud. 

James percaya data ini karena sesuai dengan ilmu psikometrik olahraga yang diajarkan di kelas doktoral pascasarjana UNJ. “Termasuk mendiskusikan di kelas, serta seminar ahli-ahli olahraga di Padang, sepekan lalu,” jelas mantan dokter PSSI tersebut. 

James menegaskan waktu lima bulan menuju laga Asian Games, tidak terlalu panjang. Namun, lanjutnya, cukup untuk memacu atlet meraih prestasi yang diharapkan. Oleh sebab itu, tegas James, cabang-cabang potensial di atas diminta untuk dibina serius.

“Tanpa mengabaikan cabang lainnya sebagai spirit olympism dalam olahraga,” papar James. 

James menjelaskan, jika sedikitnya 12 emas itu dapat dicapai, akan menempatkan Indonesia di posisi 10 besar. “Itu berkaca dari hasil Asian Games 2014 di Korea Selatan,” ungkapnya. 

Terkait itu James mencatat ada langkah-langkah yang strategis bagi atlet dan pelatih serta semua pemangku kepentingan (stake holders) olahraga ini. Di antaranya mempertahankan volume latihan atlet per tahun masing-masing 800 - 1.000 jam untuk atlet kelas top dunia, dan 600 jam untuk atlet nasional. “Lalu 400 jam bagi atlet regional,” kata James. 

"Saat ini atlet sudah dalam Program Pra-Kompetisi sesuai dengan periodesasi latihan dengan inti latihan di training camp dengann banyak uji coba atau uji tanding dan try out terutama di luar negeri," kata mantan Deputi Menpora RI tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)