logo rilis

Indonesia Dapat Investasi Rp202 Triliun, DPR: Infrastruktur Akan Dikebut
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
12 Oktober 2018, 16:45 WIB
Indonesia Dapat Investasi Rp202 Triliun, DPR: Infrastruktur Akan Dikebut
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, telah menghasilkan sejumlah kesepakan yang penting bagi perekonomian Indonesia. 

Salah satunya pemerintah melalui 14 BUMN menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan berbagai perusahaan internasional untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Menurut anggota Komisi XI DPR RI, Eva Kusuma Sundari, perjanjian kerja sama investasi untuk 19 transaksi dengan nilai kesepakatan mencapai Rp202 triliun itu akan membuat pemerintah Indonesia semakin mudah dalam memacu pembangunan infrastruktur. 

"Investasi masuk, maka pembangunan makin melonjak," kata Eva saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/10/2018). 

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, berbagai perusahaan internasional telah menaruh kepercayaan yang besar terhadap Indonesia. Hal itu terbukti dari sejumlah kesepakatan yang dihasilkan dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali tersebut. 

"Capital outflow terhenti, karena kepercayaan ke Indonesia besar. Lembaga-lembaga kredibel datang beserta semua tokoh kelas dunia. Bahkan, capital inflow justru datang Rp202 triliun yang baru ditandatangani itu," ujarnya. 

Eva menilai, Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia itu memang banyak menghasilkan manfaat bagi pemerintah Indonesia. Tak hanya itu, Bali yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda tahunan internasional itu juga turut kebagian dampak positifnya. 

"Pertumbuhan ekonomi Bali naik 1,5 persen, perekonomiannya berkembang, paket-paket pariwisata yang ditawarkan selama even juga mendapatkan respons yang positif," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno, memastikan adanya penandatanganan investasi dan pembiayaan antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan dengan nilai mencapai Rp202 triliun. Kesepakatan investasi itu terdiri dari strategic partnership, project financing, dan pembiayaan alternatif melalui pasar modal.

Investasi dalam hal infrastruktur itu juga terdiri dari migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandar udara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, hingga manufaktur.

Sebelumnya, pemerintah melalui 14 BUMN menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan berbagai perusahaan internasional untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Kerja sama ini disepakati dalam salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. 

"Siang ini, kami menyaksikan kerja sama penandatanganan investasi dan pembiayaan antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan untuk 19 transaksi dengan nilai kesepakatan mencapai 13,5 miliar dollar AS atau setara Rp 202 triliun," kata Menteri BUMN Rini Soemarno melalui sambutannya di hadapan para investor saat Signing Ceremony Indonesia Investment Forum 2018, Kamis (11/10/2018) siang.

Rini menjelaskan, jenis investasi yang disepakati dalam kerja sama ini terdiri atas strategic partnership, project financing, dan pembiayaan alternatif melalui pasar modal.

Untuk sektor proyek infrastruktur yang termasuk dalam kerja sama investasi ini di antaranya migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandar udara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, hingga manufaktur.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)