logo rilis

Indonesia Buka Peluang Bagi Swasta Bisnis ke Afrika
Kontributor
Syahrain F.
22 Maret 2018, 23:07 WIB
Indonesia Buka Peluang Bagi Swasta Bisnis ke Afrika
Menlu RI, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan, Maite Nkoana-Mashabane di Cape Town, Afrika Selatan, 6 Februari 2017 lalu. FOTO: Dok. Kemlu RI

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia akan menjajaki peluang kerja sama strategis dengan negara-negara di benua Afrika. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan, untuk membuka peluang tersebut, salah satu upaya Indonesia adalah menggelar Indonesa-Afrika Forum (IAF) 2018 di Nusa Dua, Bali, pada 10-11 April nanti.

"Indonesia selama ini hubungannya sangat dekat dari aspek politisnya, tapi belum memanfatkan kerja sama dalam aspek ekonomi. Inilah ssalah satu tujuan Indonesia-Afrika Forum ini," kata Armanatha, hari ini (22/3/2018), Menteng, Jakarta.

Menurutnya, selama ini, pihak swasta di dalam negeri belum melihat secara luas potensi kerja sama dan investasi yang bisa dijajaki di Afrika.

Sementara itu, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri, Daniel Tumpal, menjelaskan, Indonesia sangat berpeluang untuk membuka lebih luas kerang kerja sama perdagangan dengan negara-negara di benua Afrika. Sejumlah komoditi ekspor asal Indonesia bahkan telah dijadikan kebutuhan sehari-sehari rakyat Afrika.

"Produk yang dimiinati di Afrika di antaranya minyak kelapa sawit, meskipun tarifnya sangat tinggi. Selain itu kebutuhan sehari seperti mie instan dan sabun," papar Daniel.

Untuk volume perdagangan, lanjut Daniel, Afrika Selatan menjadi negara yang banyak mengimpor produk-produk seperti minyak kelapa sawit dan kebutuhan sehari-hari dalam jumlah yang besar, jika dibandingkan dengan negara Afrika lainnya.

Bahkan, Nigeria, kata Daniel, sampai meminta Indonesia untuk berinvestasi dalam sektor konstruksi. 

"Indonesia-Afrika Forum ini hanya showcase (memamerkan) untuk bisa memperlihatkan kepada swasta bahwa mereka (Afrika) bisa digarap, salah satunya infrastruktur yang bisa kita fokuskan. Lalu akan didorong pemerintah," jelasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)